Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ilmu Rahasia Para Ahli: 5 Trik Pengaturan Emosi yang Bisa Bikin Stresmu Menghilang Secepat Klik 'Refresh'!

Priska Watung • Rabu, 17 September 2025 | 18:36 WIB

ilustrasi orang emosi dan stress
ilustrasi orang emosi dan stress

Stres adalah hal yang hampir semua orang rasakan, mulai dari anak sekolah sampai orang dewasa. Namun, ternyata ada cara ilmiah untuk mengendalikan emosi agar tidak menguasai kita.

Menurut pakar psikologi emosi James J. Gross, manusia sebenarnya punya "rem" dalam diri untuk mengatur rasa marah, sedih, atau cemas. Rem inilah yang dikenal dengan istilah emotion regulation.

Emotion regulation artinya kemampuan seseorang untuk mengendalikan kapan emosi muncul, seberapa kuat terasa, dan berapa lama ia bertahan. Konsep ini pertama kali dijelaskan dalam Handbook of Emotion Regulation yang ditulis Gross.

Dilansir dari artikel ilmiah di Annual Review of Clinical Psychology, pengaturan emosi bisa dilakukan dengan strategi sederhana, seperti mengalihkan perhatian atau mengubah cara kita memandang suatu masalah.

Misalnya, ketika nilai ulangan jelek, daripada panik dan marah, kita bisa berpikir “ini tanda aku harus belajar lebih giat” daripada “aku bodoh.” Cara pandang ini bisa langsung menurunkan rasa stres.

Para peneliti juga menyebut strategi ini sebagai cognitive reappraisal. Intinya, kita mengubah cara otak menilai suatu situasi agar tidak terlalu membebani emosi kita.

Selain itu, ada teknik bernama attentional deployment. Caranya adalah mengalihkan perhatian kita ke hal lain yang lebih positif. Contoh: mendengarkan musik favorit atau jalan santai sebentar.

Teknik berikutnya adalah situation selection, yaitu memilih lingkungan atau situasi yang bisa membantu menjaga emosi tetap stabil. Seperti, duduk dengan teman yang suportif daripada yang suka mengejek.

Menurut penelitian Gross, strategi pengaturan emosi ini tidak hanya membuat hati lebih tenang, tapi juga bisa mencegah gangguan kesehatan mental jangka panjang.

Hal ini diperkuat oleh penelitian di Journal of Abnormal Psychology yang menemukan bahwa orang yang sering gagal mengatur emosi lebih rentan mengalami depresi.

Anak sekolah, misalnya, sering stres karena PR menumpuk. Jika bisa mengatur emosi dengan teknik-teknik tadi, mereka akan lebih tahan menghadapi tekanan.

Salah satu trik lain adalah response modulation. Contohnya, ketika marah ingin berteriak, kita bisa tarik napas panjang dulu agar tubuh tidak langsung bereaksi negatif.

Banyak orang mengira menahan emosi artinya memendam. Padahal berbeda. Menahan bisa berbahaya, tapi mengatur berarti mengelola agar emosi tersalurkan dengan sehat.

Strategi pengaturan emosi ini juga berlaku di dunia digital. Ketika membaca komentar buruk di media sosial, kita bisa memilih untuk tidak langsung membalas, melainkan menutup aplikasi sejenak.

Menurut Gross, kemampuan ini bisa dilatih seperti otot. Semakin sering kita berlatih, semakin kuat pula kontrol kita terhadap emosi.

Sekolah, keluarga, dan teman juga berperan penting. Lingkungan yang mendukung akan membuat kita lebih mudah belajar mengatur perasaan.

Pengaturan emosi bukan berarti tidak boleh marah atau sedih. Justru, ini mengajarkan kita bagaimana cara sehat untuk menyalurkannya.

Dengan menguasai lima trik tadi, kita bisa menjalani hidup lebih tenang, bahagia, dan terhindar dari stres berlebihan.

Baca Juga: Kebiasaan Mengunyah Es Batu, Sekadar Seru atau Berbahaya?

Ilmuwan percaya, jika semua orang terbiasa melatih pengaturan emosi, masyarakat akan lebih damai dan minim konflik.

Jadi, kapan kamu mau mulai mencoba trik rahasia para ahli ini? Ingat, stres bisa dikendalikan seperti klik tombol refresh di layar gadget-mu.

(at)

Editor : Priska Watung
#kesehatan mental #stres #psikologi #mental health #emosi