Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kebiasaan Menonton Drakor Berpengaruh pada Kesehatan Mental?

Priska Watung • Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:16 WIB
Photo
Photo

GORONTALO POST - Drama Korea atau drakor sudah jadi bagian dari hiburan sehari-hari banyak orang.

Alur cerita yang menarik, pemeran yang menawan, dan soundtrack yang menyentuh hati membuat penonton sulit berhenti menonton.

Namun, pernahkah kamu berpikir kalau kebiasaan menonton drakor terlalu sering bisa memengaruhi kesehatan mental?

Menurut Korean Journal of Medical Science (2023), menonton drama dalam waktu lama bisa memicu kelelahan emosional jika dilakukan tanpa jeda.

Ketika seseorang terlalu larut dalam cerita, otak bisa ikut “lelah” karena terus memproses emosi dari adegan yang intens.

Itulah sebabnya, banyak orang merasa sedih, cemas, bahkan kosong setelah menyelesaikan drama kesayangannya — fenomena ini disebut post-drama blues.

Baca Juga: Menonton K-Drama Baik untuk Mental? Terapis Jelaskan Manfaat dan Risikonya

Dilansir dari Healthline, kondisi ini mirip dengan rasa kehilangan karena otak terbiasa terhubung dengan karakter dan alur cerita tertentu.

Selain itu, kebiasaan begadang demi menamatkan drama juga berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental.

Kurang tidur bisa menyebabkan suasana hati mudah berubah, sulit fokus, dan stres meningkat.

Menurut Sleep Foundation, remaja membutuhkan waktu tidur minimal 8 jam per malam agar tubuh dan pikiran bisa pulih dengan baik.

Jika waktu tidur terus berkurang karena binge-watching, otak akan kekurangan waktu untuk beristirahat, dan ini bisa memicu gangguan kecemasan ringan.

Namun, bukan berarti menonton drakor selalu berdampak buruk.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menonton drama dengan porsi yang wajar justru bisa menjadi cara efektif untuk melepas stres.

Cerita yang emosional dan inspiratif bisa membantu penonton mengekspresikan perasaan dan belajar empati terhadap orang lain.

Selain itu, menonton bersama teman atau keluarga juga bisa mempererat hubungan sosial.

Kuncinya ada pada pengendalian diri dan keseimbangan waktu.

Menentukan batas waktu menonton, misalnya 1–2 episode per hari, dapat membantu menjaga rutinitas tetap sehat.

Cobalah untuk tidak menonton di waktu belajar atau menjelang tidur agar pola hidup tetap teratur.

Kegiatan seperti membaca buku, berolahraga, atau berbincang dengan teman juga bisa menjadi pelengkap agar hidup tetap seimbang.

Ingat, drakor seharusnya menjadi hiburan, bukan pelarian dari kenyataan.

Jika kamu merasa mulai sulit berhenti menonton atau sering merasa kosong setelah drama selesai, mungkin saatnya mengambil jeda sejenak.

Menikmati hiburan itu penting, tapi menjaga kesehatan mental jauh lebih penting.

(ed) 

Editor : Priska Watung
#drama #GayaHidup #Korea #kebiasaan #menonton