GORONTALO POST - Banyak orang menganggap makanan tinggi protein selalu menyehatkan dan bisa membantu menurunkan berat badan.
Namun, tahukah kamu kalau konsumsi protein berlebihan justru bisa membuat berat badan naik?
Protein memang penting untuk membangun otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan menjaga metabolisme.
Tapi, jika dikonsumsi melebihi kebutuhan tubuh, sisa protein bisa diubah menjadi lemak.
Menurut ahli gizi, tubuh hanya membutuhkan sekitar 10–35% protein dari total kalori harian, tergantung aktivitas seseorang.
Jika asupan protein melebihi angka tersebut, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak, bukan otot.
Selain itu, beberapa makanan tinggi protein juga tinggi kalori dan lemak jenuh, seperti daging merah berlemak dan produk olahan susu penuh lemak.
Kebiasaan makan makanan seperti itu secara berlebihan dapat memicu peningkatan berat badan.
Baca Juga: Manfaat Berjemur Pagi Ternyata Sangat Bermanfaat, Yuk Simak Kelebihannya!
Menurut Halodoc, kelebihan protein dalam jangka panjang bisa membebani kerja ginjal karena organ ini harus memproses sisa hasil metabolisme protein.
Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dan menimbulkan gangguan fungsi ginjal pada sebagian orang.
Alodokter menjelaskan bahwa diet tinggi protein tanpa keseimbangan karbohidrat dan serat bisa menyebabkan pencernaan terganggu.
Serat dari sayuran dan buah penting untuk menjaga metabolisme tetap stabil dan menurunkan kadar lemak tubuh.
Jadi, meskipun protein penting, tetap harus dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang.
Pastikan sumber proteinmu berasal dari bahan sehat seperti ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Kombinasikan juga dengan karbohidrat kompleks dan serat agar tubuh tetap bugar dan berat badan terjaga.
Kesimpulannya, bukan protein yang salah, tapi cara dan jumlah konsumsi yang harus diperhatikan.
Keseimbangan gizi tetap jadi kunci utama agar tubuh sehat tanpa risiko berat badan naik.
(ed)
Editor : Priska Watung