Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kebiasaan Makan Makanan Beku Berpengaruh bagi Kesehatan?? Fakta yang Jarang Diketahui!

Priska Watung • Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:46 WIB

GORONTALO POST - Makanan beku sudah jadi bagian dari gaya hidup modern yang serba cepat.

Dari nugget, sosis, hingga kentang goreng, semuanya praktis dan mudah disajikan.

Tinggal masukkan ke microwave atau goreng sebentar, langsung siap disantap.

Tapi, pernahkah kamu berpikir apakah makanan beku itu aman buat kesehatan kalau dikonsumsi terlalu sering?

Jawabannya: tergantung pada cara penyimpanan dan frekuensi makannya.

Makanan beku sebenarnya bukan makanan “jahat” — proses pembekuan justru membantu mencegah pembusukan.

Dengan suhu sangat rendah, bakteri tidak bisa berkembang, sehingga makanan bisa bertahan lebih lama.

Namun, di balik kepraktisan itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Banyak makanan beku yang dijual di pasaran mengandung pengawet, garam, dan lemak jenuh tinggi.

Kandungan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan kalau dikonsumsi secara berlebihan.

Misalnya, terlalu sering makan nugget atau sosis beku bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kandungan sodium di dalamnya bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan membebani jantung.

Selain itu, lemak jenuh dalam makanan olahan beku bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.

Kalau tidak diimbangi dengan makanan segar seperti sayur dan buah, efeknya bisa menumpuk.

Selain faktor gizi, proses pemanasan juga berpengaruh terhadap kualitas makanan beku.

Kalau dipanaskan terlalu lama, vitamin dan mineral penting bisa hilang.

Sebaliknya, kalau dimasak kurang matang, bakteri seperti Listeria monocytogenes bisa tetap hidup dan berisiko menyebabkan infeksi.

Bakteri ini dikenal tahan terhadap suhu dingin dan bisa tumbuh kembali kalau makanan tidak disimpan dengan benar.

Makanya, penting banget memperhatikan petunjuk penyimpanan dan cara memasak di kemasan makanan beku.

Selain itu, banyak orang yang salah mengira bahwa semua makanan beku itu tidak sehat.

Padahal, beberapa makanan beku seperti sayur dan buah justru tetap bergizi tinggi.

Sayuran yang dibekukan dengan cepat (quick-freeze) setelah dipanen justru bisa mempertahankan nutrisinya lebih baik.

Kandungan vitamin C dan serat pada sayuran beku hampir sama dengan sayuran segar.

Jadi, tidak semua makanan beku itu buruk — tergantung dari jenis dan cara pengolahannya.

Kunci utamanya ada pada keseimbangan dan kebiasaan makan.

Kalau kamu terlalu sering mengandalkan makanan beku setiap hari, tubuh bisa kekurangan gizi alami.

Namun, jika hanya sesekali sebagai makanan darurat, makanan beku tetap aman dikonsumsi.

Pastikan juga untuk memadukan makanan beku dengan lauk segar atau sayuran rebus.

Dengan begitu, tubuh tetap mendapat nutrisi seimbang tanpa mengorbankan kepraktisan.

Jadi, kesimpulannya: makanan beku tidak sepenuhnya berbahaya, tapi juga bukan pilihan terbaik kalau dikonsumsi terus-menerus.

Gunakan dengan bijak, pilih yang berkualitas, dan pastikan tetap menjaga pola makan sehat setiap hari!

(ed)

Editor : Priska Watung
#makanan #GayaHidup #kebiasaan #tips #beku