GORONTALO POST - Banyak orang menganggap menjepit rambut dengan keras adalah hal biasa yang tidak menimbulkan masalah.
Padahal kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan rambut untuk jangka panjang.
Menjepit rambut terlalu kencang dapat menarik akar rambut secara berlebihan.
Tarikan ini membuat akar rambut menjadi lemah dan mudah rontok.
Kebiasaan tersebut juga bisa menyebabkan kondisi bernama traction alopecia.
Tidak hanya wanita yang menggunakan jepit rambut setiap hari, pria yang berambut panjang juga bisa mengalaminya.
Tekanan berulang dari jepit rambut bisa membuat helai rambut patah di beberapa bagian.
Rambut yang sering patah akan tampak lebih tipis dan tidak bervolume.
Baca Juga: Kebiasaan Mengikat Rambut Akan Membahayakan Kepala? Mitos atau Fakta
Selain merusak rambut, jepit yang terlalu keras dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala.
Iritasi ini biasanya ditandai dengan rasa gatal, panas, atau perih pada area yang tertekan.
Dalam beberapa kasus, kulit kepala bisa mengalami luka kecil yang tidak disadari.
Kebiasaan menjepit rambut juga bisa menghambat sirkulasi darah di kulit kepala.
Sirkulasi darah yang terganggu membuat nutrisi sulit mencapai akar rambut.
Rambut yang kurang nutrisi akan tumbuh lebih lambat dan tampak kusam.
Penggunaan jepit rambut yang tajam atau berkarat semakin meningkatkan risiko kerusakan.
Bahan jepitan seperti logam yang tidak halus dapat menggesek batang rambut hingga rusak.
Menggunakan jepitan yang terlalu kecil juga memaksa rambut masuk dalam ruang sempit sehingga menambah tekanan.
Untuk mencegah kerusakan, gunakan jepitan rambut yang lebih lembut dan tidak terlalu kencang.
Pilih jepitan berbahan plastik halus atau silikon yang tidak menarik rambut terlalu kuat.
Mengistirahatkan rambut tanpa jepitan juga penting agar kulit kepala dapat relaks.
Dengan kebiasaan yang lebih aman, kesehatan rambut bisa tetap terjaga dan kerusakan jangka panjang dapat dihindari.
(ed)
Editor : Priska Watung