Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Konsumsi Ikan Berlebihan Membahayakan Tubuh?? Fakta yang Harus Kamu Tahu!

Priska Watung • Selasa, 18 November 2025 | 14:36 WIB

GORONTALO POST - Ikan dikenal sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia.

Kandungan proteinnya tinggi, lemaknya rendah, dan penuh nutrisi penting untuk tubuh.

Tapi, apakah makan ikan terlalu banyak bisa berbahaya? Jawabannya: iya, kalau berlebihan!

Banyak orang berpikir semakin banyak makan ikan, semakin sehat tubuhnya.

Padahal, ada batas tertentu yang disarankan agar tubuh tetap aman.

Salah satu masalah terbesar dari konsumsi ikan berlebihan adalah paparan merkuri.

Merkuri adalah logam berat yang bisa menumpuk di tubuh manusia.

Beberapa jenis ikan besar seperti tuna, todak, dan makarel cenderung memiliki kandungan merkuri lebih tinggi.

Kalau dimakan terlalu sering, merkuri bisa mengganggu sistem saraf dan memengaruhi konsentrasi.

Baca Juga: Ikan Tapah, Raksasa Sungai yang Kaya Nutrisi dan Kian Langka

Pada anak-anak, efeknya bisa lebih serius karena otak mereka masih berkembang.

Selain merkuri, ikan yang berasal dari perairan tercemar juga bisa mengandung mikroplastik.

Mikroplastik ini bisa masuk ke tubuh manusia dan memicu peradangan ringan.

Kalau terlalu sering dikonsumsi, tubuh bisa mengalami gangguan pencernaan atau penumpukan zat berbahaya.

Konsumsi ikan berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.

Kalau tubuh terlalu sering menerima protein hewani, organ seperti ginjal bisa bekerja lebih keras.

Ini bisa menyebabkan kelelahan ginjal jika berlangsung dalam jangka panjang.

Selain itu, beberapa ikan yang digoreng dengan minyak berulang justru dapat meningkatkan lemak jenuh.

Akibatnya, manfaat sehat dari ikan bisa hilang karena cara pengolahannya salah.

Konsumsi ikan secara berlebihan juga bisa memicu alergi pada beberapa orang.

Misalnya, gatal di kulit, sesak napas, atau bengkak di wajah setelah makan tertentu.

Bahkan, makan ikan yang tidak segar juga berisiko menyebabkan keracunan makanan.

Ikan yang disimpan tidak benar bisa mengandung bakteri berbahaya seperti salmonella.

Tapi jangan salah, ikan tetap sangat bermanfaat kalau dikonsumsi dengan jumlah yang pas.

Ikan kaya akan omega-3, yang bagus untuk otak, jantung, dan kualitas tidur.

Para ahli merekomendasikan konsumsi ikan 2–3 kali seminggu sebagai jumlah ideal.

Pilihlah ikan yang lebih kecil seperti salmon, sarden, atau nila agar kadar merkurinya lebih rendah.

Dan olah dengan cara yang sehat, seperti dipanggang, direbus, atau dikukus.

Jadi, konsumsi ikan berlebihan memang bisa berdampak buruk, tapi bukan berarti harus berhenti makan ikan.

Kuncinya adalah mengonsumsi secara seimbang dan memilih jenis ikan yang aman dan berkualitas.

Dengan begitu, kamu tetap bisa mendapatkan manfaat baiknya tanpa membahayakan tubuh.

(ed)

Editor : Priska Watung
#konsumsi #makanan #gaya hidup #berbahaya #ikan #tips