GORONTALOPOST -Minum kopi sudah menjadi rutinitas banyak orang, bahkan saat bulan Ramadan. Tak sedikit yang memilih menyeruput kopi saat sahur dengan harapan tubuh tetap segar dan fokus sepanjang hari.
Namun, benarkah minum kopi saat sahur membuat puasa lebih bertenaga? Atau justru menjadi penyebab cepat haus dan lemas?
Secara medis, kopi memiliki dua sisi yang perlu dipahami sebelum menjadikannya menu sahur.
Kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan. Zat ini bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan mengurangi rasa kantuk.
Bagi orang yang terbiasa minum kopi setiap hari, mengonsumsinya saat sahur juga dapat mencegah gejala withdrawalkafein seperti sakit kepala, lesu, dan sulit fokus saat berpuasa.
Meski memberi efek segar, kafein juga bersifat diuretik ringan. Artinya, kopi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi berlebihan saat sahur, kondisi ini berpotensi menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan, sehingga rasa haus muncul lebih awal saat puasa.
Selain itu, kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, hal ini memicu nyeri ulu hati, perut tidak nyaman, bahkan maag kambuh selama berpuasa.
Secara umum, minum kopi saat sahur tidak dilarang, asalkan dilakukan dengan bijak. Dokter dan ahli gizi menyarankan:
-
Batasi konsumsi kopi maksimal 1 cangkir
-
Hindari kopi kental atau tinggi gula
-
Perbanyak minum air putih setelah kopi
-
Konsumsi makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama
Bagi penderita maag, GERD, atau yang mudah dehidrasi, sebaiknya kopi dihindari saat sahur dan diganti dengan minuman yang lebih ramah lambung.
Minum kopi saat sahur bisa membantu tubuh terasa lebih segar dan fokus, terutama bagi pecinta kopi. Namun jika dikonsumsi berlebihan, kopi justru berisiko membuat tubuh cepat haus dan tidak nyaman saat puasa.(jpg)
Editor : Nur Fadilah