GORONTALOPOST -Serat merupakan salah satu nutrisi yang sering kali terabaikan, padahal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi wanita. Selain membantu melancarkan sistem pencernaan, asupan serat yang cukup juga berkontribusi dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil, menyehatkan usus, hingga menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Ahli gizi Brenna Larson, M.S., RD, menyarankan agar setiap wanita mengonsumsi sekitar 25 gram serat setiap hariuntuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui berbagai makanan kaya serat, seperti biji chia, pir, oat, serta aneka kacang-kacangan.
Namun, peningkatan konsumsi serat sebaiknya dilakukan secara bertahap. Menambah asupan beberapa gram setiap hari dapat membantu tubuh beradaptasi sekaligus mengurangi risiko munculnya keluhan seperti perut kembung atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Serat bekerja dengan memperlambat proses pencernaan dan penyerapan makanan. Mekanisme ini membantu mencegah lonjakan maupun penurunan kadar gula darah secara drastis, sehingga tubuh mampu menjaga keseimbangan gula darah dengan lebih baik.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa serat dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Kondisi ini berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil dalam jangka panjang.
Menurut ahli gizi Sarah Gold Anzlovar, M.S., RDN, LDN, manfaat tersebut sangat penting bagi wanita karena mereka lebih rentan mengalami perubahan regulasi gula darah akibat fluktuasi hormon, seperti saat menstruasi, kehamilan, maupun menopause.
Salah satu jenis serat yang memiliki manfaat besar adalah serat larut. Saat dicerna, serat ini membentuk zat menyerupai gel yang membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses tubuh. Akibatnya, penyerapan glukosa ke dalam aliran darah berlangsung lebih lambat sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil.
Tak hanya berperan dalam mengendalikan gula darah, serat juga merupakan nutrisi penting bagi kesehatan saluran cerna. Jenis serat tertentu yang dikenal sebagai prebiotik menjadi sumber makanan bagi bakteri baik yang hidup di usus.
Ketika kebutuhan serat terpenuhi, populasi bakteri baik di usus akan meningkat, sementara jumlah bakteri yang kurang menguntungkan dapat ditekan. Keseimbangan mikrobioma usus ini memiliki dampak yang luas terhadap kesehatan tubuh.
“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobioma usus dapat memengaruhi segala hal mulai dari kesehatan kulit dan suasana hati hingga peradangan dan kesehatan metabolisme,” ujar Anzlovar.
Selain menjaga kesehatan usus, konsumsi serat yang cukup juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Hal ini menjadi perhatian karena dalam beberapa tahun terakhir angka kasus kanker kolorektal pada orang dewasa berusia di bawah 50 tahun terus meningkat.
Data juga menunjukkan bahwa hampir 50 persen kasus baru kanker kolorektal didiagnosis pada wanita, sehingga menjaga pola makan kaya serat menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi kesehatan dalam jangka panjang.(antara)
Editor : Nur Fadilah