Gorontalopost.Id, GORONTALO - Produksi sampah dari perkantoran, fasilitas jasa dan umum, dan rumah tangga di Kota Gorontalo terus meningkat.
Sehingga berdampak terhadap daya tampung tempat pengelolaan akhir (TPA) di Talumelito semakin menipis bahkan terancam penuh.
Baca Juga: DPRD Apresiasi Kinerja Pemprov Gorontalo Tekan Inflasi Hingga Raih Penghargaan Mendagri
Kondisi ini mengundang keprihatian mahasiswa UNG yang sedang melaksanakan KKN di Kelurahan Limba B Kota Gorontalo dengan menggelar diskusi yang melibatkan semua pemangku kepentingan.
“Permasalahan ini merupakan masalah bersama, pengelolaan sampah bukan lagi masalah pemerintah.
Tapi juga menjadi tanggung jawab bersama Masyarakat,” ungkap M Zulfikar Djunaidi, Ketua Panitia selaku Koordinator Kelurahan Limba B mahasiswa KKN UNG, Senin (7/8/2023).
Baca Juga: Pemda Kabupaten Kota di Provinsi Gorontalo Diminta Antisipasi akibat El Nino
M Zulfikar Djunaidi menjelaskan sangat penting menggugah kesadaran masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pengurangan sampah di Kota Gorontalo untuk menciptakan kota yang bersih, nyaman dan sehat serta indah.
Untuk itu, program KKN mahasiswa UNG di Kelurahan Limba B Kota Gorontalo yang memprioritaskan penanganan sampah ini menggelar diskusi kelompok terpumpun dengan mengundang sejumlah lembaga.
Baca Juga: Pencanangan HUT ke-78 Kemerdekaan, Ditandai Pelepasan Balon Merah Putih
Program KKN ini merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan SDGs center UNG yang didukung GIZ bersama Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Gorontalo dan Bappeda Kota Gorontalo.
Kemduian Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo, LSM peduli lingkungan seperti FKH, Perkumpulan Biota, Wire-G, KPP, Kelompok Studi Mahasiswa Archipelago, LPPM-UMGo dan Japesda.
Dan telah menyusun rencana aksi bersama untuk penanganan persampahan yang akan dimulai dari Kelurahan Limba B sebagai wilayah percontohan.
Baca Juga: Ifana Abdulrahman Pastikan Tim 911 Hotman Paris ke Gorontalo
“Kolaborasi ini merupakan bentuk kerjasama multipihak atau multistakeholder partnership (MSP) yang menjadi prinsip SDGs.
Pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi pemerintah maupun nonpemerintah dalam percepatan pencapaian target SDGs di Kota Gorontalo,” ujar M Zulfikar Djunaidi .
Ia menjelaskan eencana aksi ini telah disepakati bersama dengan penandatanganan berita acara kesepakatan di Bappeda Kota Gorontalo pada 14 Juni 2023.
Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Siswa SD Terseret Ombak di Pantai Pohe Ditemukan Meninggal
Tindak lanjut dari rencana aksi ini adalah terlebih dahulu melakukan pendataan kondisi eksisting pemukiman dan persampahan yang telah dimulai oleh UNG.
Melalui LP2M pada program KKN Infrastruktur yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR dengan pendampingan SDGs Center UNG khususnya di Kelurahan Limba B. (Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang