Gorontalopost.Id, GORONTALO - Meski dilanda kebakaran siswa SMA Negeri 4 Kota Gorontalo tak diliburkan, tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Dari Dikbud katanya tidak bisa diliburkan karena mengingat tinggal seminggu mereka akan mengikuti ulangan (ujian semester)," ungkap Kepala Sekolah SMA 4 Gorontalo, Syaiful Bialangi.
Baca Juga: Jadi Tersangka Firli Tersandung Kasus Dugaan Pemerasan terhadap SYL
Menurutnya Penilaian akhir semester (UAS) di SMA 4 Gorontalo akan dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2023 mendatang.
Karena itu, pihak sekolah memutuskan untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.
"Kami sudah menyiapkan materi pembelajaran dan soal-soal latihan untuk para siswa," kata Syaiful.
Baca Juga: Kebakaran SMA Negeri 4, Lima Ruang Hangus Dilahap Api
Sementara itu meski belum ada kesimpulan penyebab kebakaran SMA Negeri 4 Kota Gorontalo.
Namun Kepolisian Polresresta Gorontalo kota telah menyebutkan ada 2 gedung laboratorium dan empat gedung ruang kelas sepuluh, serta satu gedung perpustakaan ludes dilalap api.
Kesimpulan ini disampaikan setelah Tim Inafis Polresta Gorontalo Kota melakukan olah TKP pasca kebakaran SMA Negeri 4 Gorontalo yang terjadi kemarin malam, (20/11/2023).
Baca Juga: Polda dan Kejati Bidik Dugaan Korupsi Dana PEN Kota Gorontalo
Dalam olah TKP, tim inafis melakukan identifikasi di seluruh gedung bangunan yang terbakar, untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran.
“Pertama kita mendatangi TKP dan kita Police line. Karena bangunan ini habis terbakar dan rentan roboh, kita menggunakan sarana yang ada dengan menerbangkan drone. Kita melihat situasi di atas untuk pastikan kondisi aman atau tidak.
Setelah aman, anggota kita naik ke atas untuk mencari tahu asal mula api,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonardo Widharta.
Baca Juga: KADIN Perkuat Kesesuaian UMP Gorontalo 2024,Pembahasan Alot
Menyangkut penyebab kebakaran Kompol Leonardi Widharta belum bisa memastikan asal mula sumber api yang memicu terjadinya kebakaran.
“Untuk hasil olah TKP, kita belum memastikan apakah ini murni korsleting atau tidak. Sementara kita lakukan olah TKP,” tambah Leonardo.
Untuk saksi menurutnya sudah memeriksa dua saksi dimana dua orang ini mengisi absen sekolah.
"Saksi pak Wilson melihat api berasal dari kelas sepuluh lantai dua, dimana posisinya berdekatan dengan kantin,” ujarnya.(Mae/hen).
Editor : Azis Manansang