Gorontalopost, GORONTALO – Suasana haru mengingatkan ruang ICU RSUD Aloe Saboe, tempat Ois Nusi (24).
Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo, masih berjuang antara hidup dan mati setelah mengalami kecelakaan kerja.
Ois harus menjalani operasi akibat benturan keras di kepala usai terhempas karena terkena kabel listrik yang melintang rendah. Meski operasi sudah dilakukan, kondisinya belum stabil.
“Adik saya balas, tapi matanya belum bisa terbuka. HB-nya juga menurun,” tutur sang kakak, Indah Nusi, Senin (15/9/2025).
Pihak keluarga menyayangkan belum adanya pejabat DLH yang datang menjenguk korban hingga Senin siang.
Hanya rekan kerja, sopir, dan pengawas yang sempat hadir di rumah sakit sehari sebelumnya.
“Belum ada dari dinas datang, padahal kondisi adik saya kritis,” ungkap Indah dengan nada kecewa.
Meski demikian, keluarga mendapat kepastian bahwa biaya pengobatan akan ditanggung DLH. Namun untuk sementara, keluarga diminta untuk menerima pembayaran terlebih dahulu.
Dikutif dari sejumlah sumber, kronologi kecelakaan menceritakan rekan kerja korban, Karim Usman alias Nata.
Saat melintas di Jalan Kalimantan, Ois yang berdiri di bagian belakang mobil pengangkut sampah tidak sempat menghindari kabel listrik.
“Saya sudah teriak mengingatkan, tapi ternyata kabel itu mengenai Ois. Dia langsung terpental dan jatuh keras,” jelasnya.
Benturan itu membuat Ois mengalami luka serius di kepala dan leher. Sejak dibawa ke rumah sakit, ia terus memantau dengan kondisi kritis.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Kecil Geruduk DPRD Gorontalo, Protes Rumah Dilelang BNI Tanpa Pemberitahuan
Berasal dari Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Ois adalah anak kelima dari tujuh bersaudara dan tinggal bersama ayahnya, Misi Nusi.
Dengan suara bergetar, Misi mengenang sosok putra bungsunya yang penurut.
"Dia anak yang tidak pernah membantah. Saya kaget sekali kenapa musibah ini menimpa dia. Baru kemarin kami berencana ikut tahlilan keluarga di Dulamayo," ucap Misi dengan mata berkaca-kaca.(Mail)
Editor : Azis Manansang