Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Luas Kebun Kelapa Indonesia Turun, ICC Dorong Kopek Miliki Kebun Sumber Benih

Azis Manansang • Sabtu, 23 September 2023 | 22:43 WIB

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, selaku Ketua Kopek menyerahkan bingkisan kepada Direktur Eksekutif ICC, Jelfina Alouw, pada Rakernas Kopek II di Ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo.(F:haris)
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, selaku Ketua Kopek menyerahkan bingkisan kepada Direktur Eksekutif ICC, Jelfina Alouw, pada Rakernas Kopek II di Ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo.(F:haris)

Gorontalopost.Id,    LIMBOTO – Luas kebun kelapa di Indonesia turun. ICC adalah organisasi antar pemerintah negara-negara penghasil kelapa di bawah koordinasi PBB yang berdiri pada tahun 1959.

Mengimbau seluruh daerah penghasil kelapa di Indonesia bisa membangun kebun untuk sumber benih dengan varietas unggul.

Baca Juga: Projo Gorontalo Aklamasi Jagokan Prabowo -Gibran Capres dan Cawapres Pemilu 2024

“Salah satu penyebab turunnya produksi kelapa Indonesia karena petani sulit mengakses sumber benih yang berkualitas.

Mari kita bangun kebun-kebun untuk sumber benih agar bisa memenuhi kebutuhan petani di setiap daerah. Lima hektar saya kira sudah cukup untuk setiap kabupaten,” ungkap Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC), Jelfina Alouw.

Pada Rapat Kerja Nasional Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (Kopek) di Ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo, kemarin (22/09/2023).

Baca Juga: 200 Personel Brimob Polda Sulut BKO Polda Gorontalo Amankan Pohuwato

Jelfina juga berharap tidak terjadi lagi penurunan luas kebun kelapa di Indonesia yang pada tahun 2022 tercatat seluas 3,7 juta hektar, turun menjadi 3,3 juta hektar di tahun ini.

Perempuan pertama yang menjadi Direktur Eksekutif ICC ini memaparkan, produktivitas kelapa Indonesia semakin jauh tertinggal oleh Vietnam, Malaysia, dan India.

Rata-rata produktivitas ketiga negara tersebut mencapai 10 ribu butir kelapa perhektar pertahun, sedangkan Indonesia hanya empat ribuan.

Baca Juga: Pembukaan WCD Hari Kelapa Sedunia Dipusatkan di Gorontalo Berlangsung Semarak

“Oleh karena itu saya harap luas kebun kelapa tidak turun lagi karena akan berdampak pada penurunan produktivitas.

Dengan luas lahan 3,3 juta hektar dan jumlah petani enam juta, berarti rata-rata kepemilikan hanya 0,5 hektar, itu sedikit sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut Jelfina menuturkan soal pentingnya untuk meningkatkan kapasitas petani kelapa di Indonesia. Terkait hal itu ICC siap untuk membantu dan memfasilitasi untuk pelaksanaan pelatihan dalam rangka transfer teknologi dan informasi kepada petani.

Baca Juga: Kontingen Polda Gorontalo Jambore Nasional Dai Indonesia Resmi Dilepas

Rakernas Kopek II merupakan rangkaian dari kegiatan World Coconut Day atau Hari Kelapa Sedunia yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo dari 21 hingga 25 September 2023.

Rakernas bertujuan untuk menyusun program kerja Kopek dua tahun ke depan, merumuskan regulasi dan kebijakan, serta melahirkan road map pengembangan kelapa di Indonesia. (Mg-02/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#kopek #kebun kelapa #WCD #ICC