Gorontalopost.Id, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Nawawi Pomolango menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/11/23).
Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian sementara Firli Bahuri dari Ketua KPK dan penunjukkan Nawawi Pomolango menjadi Ketua KPK Sementara.
Baca Juga: Kapolda Sulut Pastikan Bitung Aman, Tetapkan 7 Orang Tersangka Kasus Bentrok Dua Kubu
"Besok pagi, direncanakan ada agenda Pengucapan Sumpah/Janji Bapak Nawawi Pomilango sebagai Ketua Sementara KPK di hadapan Presiden," kata Koordinator Staf
Khusus Presiden Ari Dwipayana kepada wartawan, Minggu (26/11).
Selain itu, Jokowi dijadwalkan akan melantik Plt Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution menjadi Gubernur Riau definitif.
"Pelantikan Gubernur Provinsi Riau di Istana Negara," ucap Ari.
Baca Juga: Masyarakat Diminta tak Terhasut dan Sebar Hoaks Terkait Bentrokan di Bitung
Sebelumnya Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengaku sudah menerima surat keputusan presiden (Keppres).
Terkait pemberhentian sementara Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK, setelah menyandang status tersangka kasus dugaan pemerasan.
Dalam keppres itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menunjuk Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango sebagai Ketua KPK Sementara.
"KPK telah menerima surat keputusan presiden tentang pemberhentian sementara Firli Bahuri dan pengangkatan Nawawi Pomolango sebagai ketua KPK sementara kemarin
siang," ucap Nurul Ghufron dalam keterangannya, Minggu (26/11/23).
Baca Juga: MUI Manado Harapkan Aparat Keamanan Usut Tuntas Kasus Bentrokan Massa di Bitung
Ghufron memastikan, pihaknya mendukung penuh penunjukan Nawawi sebagai Ketua KPK Sementara.
Ia pun meyakini, seluruh insan KPK juga mendukung dan berharap Nawawi mengembalikan muruah dan dukungan masyarakat kepada KPK.
"Rasanya Pak Nawawi adalah sosok yang tepat karena yang paling senior di antara kami pimpinan yang ada.
Sehingga harapannya memiliki lebih kebijakan, serta beliau diterima dan tidak memiliki resistensi dari insan KPK," ucap Ghufron.
Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi itu menyatakan, saat ini waktu yang tepat bagi KPK membuka diri untuk memperbaiki semua hal, baik internal dan eksternal.
"Kami yakin Pak Nawawi mampu kembali bergandengan dengan semua elemen bangsa pejuang antikorupsi," urainya. (jpc)
Editor : Azis Manansang