Gorontalopost.id, JAKARTA -- Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tegaskan tak ada larangan kampanye bagi yang sudah mengundurkan diri.
Pernyataan itu disampaikan menteri BUMN melalui Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Tedi Bharata.
Ia mengatakan, keputusan pengunduran diri merupakan hak bagi setiap komisaris di BUMN.
Baca Juga: Dihadiri Pangdam XIII Merdeka Gorut Lokasi Launching Program Manunggal Air
"Kementerian BUMN akan selalu menghormati hak tersebut setiap komisaris yang memutuskan diri untuk mengundurkan diri.
Komisaris yang sudah mengundurkan diri, tidak pernah dilarang kampanye karena ini negara demokrasi," ujar Tedi di Jakarta, Jumat (9/2/2024).
Tedi menyampaikan, Kementerian BUMN mengapresiasi komisaris yang mundur untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi.
Hal ini merupakan bentuk komitmen Kementerian BUMN dalam menjaga tata kelola BUMN yang profesional.
Baca Juga: 18 Tahun Cabuli Adik Ipar Sejak Masih Bocah, Oknum PNS di Jawa Tengah Ditangkap Polda Gorontalo
"Secara aturan memang demikian, setiap direksi atau komisaris yang ingin terlibat kampanye harus mengundurkan diri dari BUMN," ucap Tedi.
Tedi menyampaikan aturan tersebut bertujuan untuk memisahkan kepentingan politik dengan tata kelola perusahaan.
Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga tren positif transformasi BUMN dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Merlan Uloli Rombak Kabinet 83 Pejabat Struktural dan Fungsional Dirotasi
"Jadi, setiap komisaris yang sudah mengajukan pengunduran diri, otomatis sudah resmi berhenti dan bisa berkampanye.
Atau komisaris yang belum mengajukan pengunduran diri tetapi sudah ikut kampanye, secara otomatis sudah dianggap mengundurkan diri," kata Tedi.(PM/adv)
Editor : Azis Manansang