Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

NasDem dan PAN Nonaktifkan Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya Usai Kontroversi, Rumah Dijarah Massa

Azis Manansang • Senin, 1 September 2025 | 00:29 WIB

 

Dua partai besar, NasDem dan PAN, resmi menonaktifkan sejumlah artis sekaligus anggota DPR RI. (F:Ist)
Dua partai besar, NasDem dan PAN, resmi menonaktifkan sejumlah artis sekaligus anggota DPR RI. (F:Ist)

Gorontalopost, JAKARTA – Dunia politik Tanah Air kembali diguncang. Dua partai besar, NasDem dan PAN, resmi menonaktifkan sejumlah artis sekaligus anggota DPR RI.

Yakni Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya, setelah rentetan kontroversi dan gelombang aksi unjuk rasa yang kian membesar.

Baca Juga: Ratusan Ojol dan Forkopimda Gorontalo Gelar Doa Haru untuk Affan Kurniawan, Driver Jakarta yang Wafat

Langkah mengejutkan ini diumumkan melalui siaran pers Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang menegaskan.

Pemberhentian sementara Sahroni dan Nafa Urbach per 1 September 2025.

Di hari yang sama, PAN juga mengeluarkan keputusan serupa terhadap Eko Patrio dan Uya Kuya.

“Mencermati dinamika yang berkembang, kami mengambil sikap tegas demi menjaga marwah partai.

Sekaligus merespons keresahan publik,” ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi.

Sahroni sebelumnya menuai kecaman setelah menyebut aspirasi pembubaran DPR sebagai “ucapan orang tertolol sedunia”.

Sementara Nafa Urbach dianggap memperkeruh suasana karena membela tunjangan DPR yang disebut publik berlebihan.

Tak kalah kontroversial, Eko Patrio dan Uya Kuya justru berjoget di ruang paripurna.

Dan menyebut gaji DPR hanya “uang receh” dibanding penghasilan mereka sebagai artis.

Situasi makin panas ketika rumah keempat anggota DPR tersebut hingga kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menjadi sasaran penjarahan massal pada 30 hingga 31 Agustus dini hari.

Baca Juga: dr. AR Mohamad Titip Harapan ke dr. Isman Yusuf, IDI Gorontalo Harus Hadir Nyata bagi Dokter

Video aksi brutal itu tersebar luas di media sosial, menambah bara kemarahan publik.

Sejumlah pengamat menilai peristiwa ini sebagai tanda “arogansi pejabat dan kevakuman kepemimpinan”,

Bahkan menyebutnya berpotensi mengulang krisis politik dan sosial seperti tahun 1998.(JP).

Editor : Azis Manansang
#eko patrio #kontroversi #krisispolitik #pan akhirnya kirim anggota #nafa urbach #uya kuya #Rumah Dijarah #NASDEM #ahmadsahroni88 #Jakarta