Gorontalopost, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menggebrak panggung politik nasional.
Dengan merombak formasi Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9), dalam sebuah agenda penting yang digelar di Istana Negara, Jakarta.
Baca Juga: Bupati Boalemo Bagikan 10 Mesin Tempel, Angin Segar bagi Nelayan Pesisir Paguyaman
Dalam reshuffle yang mengejutkan ini, lima menteri dikabarkan terdepak dari kursi kekuasaan.
Sosok-sosok yang selama ini mengisi jabatan strategis seperti Menko Polhukam Budi Gunawan,
Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Kemudian Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, dan Menpora Dito Ariotedjo, harus mengakhiri masa jabatan mereka lebih awal.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga memperkenalkan satu kementerian baru yang langsung menyita perhatian publik, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
Kementerian ini dirancang untuk memperkuat tata kelola ibadah haji dan umrah warga Indonesia, seiring meningkatnya jumlah jemaah tiap tahunnya.
"Sore ini pelantikan akan dilangsungkan di Istana Negara.
Semoga langkah ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, kepada awak media di lingkungan Kantor Presiden.
Namun, saat ditanya lebih lanjut soal potensi peleburan antara Kementerian Pertahanan dan Kemenko Polhukam, Prasetyo memilih untuk irit bicara.
“Kita tunggu saja pelantikannya nanti, semua akan jelas di sana,” ujarnya singkat namun penuh makna.(JP)
Editor : Azis Manansang