Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Hari Santri 2025 Pemerintah Resmikan Ditjen Pesantren, Kado Spesial dari Presiden Prabowo

Azis Manansang • Minggu, 21 September 2025 | 18:57 WIB

 

 

 

 

 

 

Paparan menyambut peringatan Hari Santri 2025 yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)
Paparan menyambut peringatan Hari Santri 2025 yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)

Gorontalopost, JAKARTA – Hari Santri 2025 bakal jadi momen bersejarah. Pemerintah menyiapkan “kado spesial” berupa lahirnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga: Skandal Cinta Berujung Video Viral, Aleg Deprov Wahyudin Moridu Terancam Sanksi Berat

Unit anyar ini menggantikan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang resmi dihapus setelah Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah.

Selama ini, urusan pesantren ditangani Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) yang masih berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam.

Dengan adanya Ditjen Pesantren, posisi pesantren naik level ke eselon I.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menyebut langkah ini jadi kado nyata untuk dunia pesantren.

“Insyaallah, tahun ini Ditjen Pesantren akan resmi berdiri. Pesantren telah terbukti punya kontribusi besar untuk bangsa, dan pemerintah akan terus memperkuat perannya,” ungkapnya di Jakarta.

Di sisi lain, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan pesantren kini juga selaras dengan agenda prioritas Presiden Prabowo.

Misalnya, saat pembukaan Hari Santri 2025 nanti, akan digelar cek kesehatan gratis (CKG) dan makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah pesantren di Jombang, Jawa Timur, termasuk di Tebuireng.

Tak hanya itu, ada pula forum halaqah yang membahas isu-isu keagamaan dan sosial terkini. “Pesantren punya peran penting, bahkan sejak sebelum kemerdekaan.

Kini saatnya pesantren kembali jadi motor penggerak pembangunan,” ujar Amien.

Baca Juga: Polisi Gorontalo Ungkap Kasus Pencurian Besar, Barang Bukti Diamankan, Pelaku Terancam Pidana Berat

Rangkaian Hari Santri 2025 akan ditutup dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri.

Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dan memberikan “kado spesial” langsung bagi para
santri.

Tahun ini, peringatan Hari Santri mengusung misi Asta Hasa yang bermakna delapan program utama untuk Hari Santri.

Pemerintah berharap, lahirnya Ditjen Pesantren jadi tonggak baru penguatan ekosistem pendidikan berbasis pesantren di Indonesia.(JP).

Editor : Azis Manansang
#tebuireng #pendidikan islam #Santri Jombang #pesantren indonesia #kementerian agama #Ditjen Pesantren #presiden prabowo subianto #Hari Santri 2025