Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kilang Minyak Memanas Menteri ESDM Bahlil dan Pertamina Balas Pernyataan Menkeu Purbaya

Azis Manansang • Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:42 WIB

 

PT Pertamina ikut tanggapi pernyataan Menteri   Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.(F:Instagram)
PT Pertamina ikut tanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.(F:Instagram)


Gorontalopost, JAKARTA —Pernyataan tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengguncang ruang publik.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, pada 30 September 2025.

Baca Juga: Skandal Chat Mesum Diduga Libatkan Hokky Caraka, Karier Timnas Indonesia Terancam ?

Ia menuding PT Pertamina sebagai “perusahaan malas” lantaran tak kunjung membangun kilang minyak baru sejak krisis ekonomi 1998.

Kritik itu pun memantik reaksi keras dari pihak Pertamina.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono.

Menegaskan bahwa perusahaan justru tengah menyelesaikan proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang saat ini telah mencapai 96 persen progres pembangunan.

“Kilang di Balikpapan sedang dibangun dan akan segera selesai. Setelah rampung, kapasitas produksi akan naik dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari,” ujarnya di Jakarta.

Agung menambahkan, bisnis kilang minyak membutuhkan investasi raksasa dengan risiko tinggi, sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Ia menjelaskan bahwa di tengah persaingan global yang kian ketat, banyak kilang di dunia justru tutup karena tak mampu bersaing secara efisien.

“Pertamina tetap menjalankan dorongan pemerintah, tapi dengan strategi yang matang agar tidak rugi di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Gorontalo Kawal Relokasi SMA Negeri 1 Bulango Ulu, Yeyen Tegaskan Mutu Pendidikan Tak Boleh Turun

Sementara itu,Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memilih tak menanggapi panjang lebar soal sindiran Purbaya.

Ia menegaskan bahwa tugas kementeriannya adalah memastikan proyek-proyek kilang berjalan cepat dan transparan.

“Saya tidak mau berkomentar soal pernyataan orang lain. Fokus saya adalah mengawasi agar semua kolaborasi dengan Pertamina segera rampung,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor BPH Migas.

Dalam rapat DPR sebelumnya, Purbaya juga mengklaim pernah menawarkan investor asal China untuk membantu pembangunan kilang minyak dengan skema jangka panjang selama 30 tahun.

Namun tawaran itu, kata dia, ditolak oleh Pertamina. “Mereka bilang sudah overcapacity, padahal dari tujuh rencana kilang baru, satu pun belum jadi,” sindirnya.

Pernyataan tersebut mempertegas ketegangan antara dua lembaga strategis negara dalam mengelola sektor energi nasional.(JP).

Editor : Azis Manansang
#Kilang Minyak #KEMENKEU #BahlilLahadalia #kementerian esdm #EnergiNasional #Purbaya Yudhi Sadewa #EkonomiIndonesia #KilangBalikpapan #Pertamina