Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menkeu Purbaya Ogah Bayar Utang Proyek Whoosh, Istana Minta Cari Jalan Keluar, Danantara Siapkan Dua Jurus Ampuh

Azis Manansang • Senin, 13 Oktober 2025 | 23:50 WIB

 

 

Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai sorotan. (setneg.go.id)
Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai sorotan. (setneg.go.id)

Gorontalopost, JAKARTA – Proyek prestisius Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau yang akrab disebut Whoosh kembali mencuri perhatian publik.

Kali ini bukan soal kecepatannya, melainkan tumpukan utang yang kini menjadi perbincangan panas.

Usai Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa negara tidak akan menggunakan dana APBN untuk menutupinya.

Baca Juga: Drama Penangkapan Karimu, Aksi Berenang di Sungai Bone Berakhir di Tangan Polisi

Proyek yang dikelola konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini berada di bawah naungan Danantara.

Menkeu Purbaya menilai, sebagai perusahaan besar dengan dividen tahunan mencapai puluhan triliun rupiah,

Danantara seharusnya mampu menanggung kewajibannya sendiri.

“Setiap entitas punya tanggung jawab finansial masing-masing. Jangan semua dikembalikan ke pemerintah,” ujar Purbaya dalam pernyataannya di Bogor, akhir pekan lalu.

Menanggapi sikap tegas tersebut, pihak Istana pun angkat bicara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pemerintah telah meminta pihak terkait mencari solusi pembayaran utang Whoosh tanpa mengandalkan APBN.

“Kita dorong agar dicarikan formula yang paling realistis, sehingga beban keuangan negara tetap terjaga,” tutur Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo dalam agenda pertemuan di Jakarta, Minggu (12/10/2025).

Prasetyo menambahkan, terlepas dari persoalan utang, proyek Whoosh telah memberi manfaat besar bagi mobilitas masyarakat.

Ia bahkan mengungkapkan keinginan pemerintah untuk memperluas jaringan kereta cepat hingga ke wilayah lain.

Baca Juga: Komisi I DPRD Gorontalo Turun Tangan, Sengketa Tanah Warisan di Tibawa Jadi Sorotan

“Whoosh terbukti membantu aktivitas masyarakat Jakarta–Bandung. Ke depan, kita ingin melihat rute ini berkembang, mungkin sampai Surabaya,” katanya optimistis.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memastikan pihaknya tengah menyiapkan dua skema penyelesaian utang senilai Rp116 triliun atau sekitar 7,3 miliar dolar AS.

“Kami sedang mematangkan opsi menambah modal agar proyek ini bisa mandiri secara operasional.

Atau menyerahkan infrastruktur kepada pemerintah seperti model perkeretaapian konvensional,” ungkap Dony.

Ia pun menegaskan, meski menanggung beban finansial besar, Whoosh tetap menjadi simbol kemajuan transportasi modern Indonesia.(PM).

Editor : Azis Manansang
#WHOOSH #Menkeu Purbaya #Danantara #proyek strategis nasional #keretacepatjakartabandung