Gorontalopost.Id, GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menerapkan lima hari belajar bagi siswa SMA/SMK/SLB. Kebijakan itu akan mulai berlaku pada tanggal 10 Juli 2023.
Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya menjelaskan, perubahan kebijakan lima hari sekolah ini menyesuaikan dengan Peraturan Presiden nomor 21 tahun 2023.
Baca Juga: Tujuh Anggota Polisi Gorontalo Dipecat Tidak Hormat
Tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara. Semua sekolah diminta untuk patuh dan menerapkannya.
"Saya akan menyampaikan terlebih dahulu di SMA 1 Telaga, adanya perubahan jadwal jam belajar di SMA/SMK sederajat yang menjadi kewenangan provinsi.
Jadi yang sekarang enam hari, mulai tanggal 10 Juli nanti akan berubah jadi lima hari. Senin sampai Jumat saja," kata Ismail saat menghadiri reuni akbar di sekolah tersebut, Sabtu (8/7/2023).
Baca Juga: Ibu Muda di Bone Bolango Tewas Gantung Diri, Daftar Bertambah 19 Orang di Provinsi Gorontalo
Perubahan hari sekolah akan berdampak pada perubahan jam belajar. Jika sebelum siswa belajar hingga pukul 14.00 WITA.
Maka akan bertambah dua jam menjadi pukul 15.45 WITA. Hal-hal teknis lainnya akan dibahas malam ini bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepala sekolah.
Menyikapi kebijkakan tersebut, Kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK sederajat di Provinsi Gorontalo bersyukur dengan rencana Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya menerapkan lima hari sekolah.
Baca Juga: Dua Meninggal Dunia Pemulangan Jemaah Haji 24 Juli Dibahas Kemenag dan Pemprov Gorontalo
Para kepsek mengaku sudah lama mempersiapkan program ini.
Enam tahun lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pernah mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur tentang lima hari sekolah.
“Kami sudah siap sepenuhnya, karena sebelumnya kami telah mensosialisasikan ini kepada orang tua murid dan semua setuju.
Sebab orang tua juga butuh waktu dengan anak anak pada hari Sabtu – Minggu,” kata Kepsek SMA 1 Kota Gorontalo, Ani Polapa.
Baca Juga: Sekjen GGN Mulai Asistensi Lokasi Aspiring Geopark Gorontalo
Bagi sebagai besar kepsek dan para guru, kebijakan lima hari sekolah membuat mereka lebih fokus mengajar. Meski jam pelajaran bertambah.
Namun waktu kerja yang dipangkas sehari membuat para guru punya banyak waktu lebih dengan keluarga.
“Untuk sarana prasarana sendiri di SMA 1 Kota Gorontalo, kami ada kantin yang dibuka selama jam sekolah.
Juga ada musholah untuk anak-anak muslim salat Zuhur dan Ashar. Jadi kesiapannya memang sudah lama kami laksanakan,” imbuhnya.
Baca Juga: Tiga Hari Belum Ditemukan, Pria di Bone Bolango Dicari Tim SAR
Pada rapat tersebut Penjagub Ismail sempat menanyakan kesiapan kepsek untuk menerapkan rencana sekolah lima hari. Rencana itu akan dieksekusi Senin besok.
“Saya tanya dulu, dari 137 kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta, apakah ada yang tidak siap untuk melaksanakan lima hari belajar?
Kalau tidak ada, berarti saya anggap semuanya siap untuk melaksanakan lima hari kerja dan lima hari belajar untuk siswa” tanya Ismail.(Izam/Kmfo).
Editor : Azis Manansang