Gorontalopost, GORONTALO - Pendidikan tinggi di Gorontalo masih menghadapi tantangan.
Dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), yang saat ini baru mencapai 30-35%.
Baca Juga: Ditangkap Polisi, ASN DPRD Pohuwato Diduga Lakukan Penggelapan
Menyadari hal ini, Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo terus berupaya menjadi institusi pendidikan yang mandiri.
Dan unggul dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.
Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, menegaskan bahwa tanpa kehadiran Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Mayoritas tenaga kerja di Gorontalo hanya akan berpendidikan hingga tingkat SMA.
UBM hadir sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemudian memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat Gorontalo untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Baca Juga: KPU Gorontalo Hemat Rp 3 Miliar dari Anggaran Hibah Dikembalikan ke Kas Pemprov
Komitmen UBM untuk meningkatkan mutu pendidikan juga didukung oleh berbagai strategi.
"Termasuk menjalin sinergi dengan berbagai pihak melalui konsep pentahelix,"ungkapnya.
Selanjutnya Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, menjelaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat.
Dan media menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.
Selain itu, Ketua PWI Gorontalo, Fadli Poli, menyebutkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi.
Dan media juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa.
Baca Juga: Bone Bolango Percepat Proyek, April Action Bupati Tegaskan Transparansi dan Efisiensi
Dengan adanya program magang melalui MBKM, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis di dunia jurnalistik.
Sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pendidikan tinggi sebagai investasi masa depan.(GPD-01)
Editor : Azis Manansang