Gorontalopost.Id, MARISA -Tokyo Food Co.Ltd kembali berkunjung ke Kabupaten Pohuwato, perusahaan asal Jepang itu tertarik dan melirik potensi cokelat atau kakao di Kabupaten Pohuwato.
Pihak perusahaan Tokyo Food bertemu dengan pemerintah daerah yang diterima langsung Wakil Bupati Pohuwato, berlangsung di Aula Tarsius, Bapppeda Pohuwato, belum lama ini.
Baca Juga: Gorontalo Tak Asing Bagi Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Robertus Legowo Jatmiko
Wabup Suharsi Igirisa didampingi Kepala Bapppeda, Irfan Saleh, Kadis Perindagkop, Ibrahim Kiraman, Sekretaris Dinas Pertanian, Meri Maku, dan OPD terkait.
Menyampaikan sangat merespon rencana dari Tokyo Food Co.Ltd, Jepang.
"Ini satu peluang bagi para petani kakao di Pohuwato. Tokyo Food sangat antusias terkait dengan kakao Pohuwato. Tapi ini baru tahap awal, mereka akan menguji kualitas dan jumlah produksi kakao," ungkap Suharsi Igirisa.
Baca Juga: Team Rajawali Polresta Gorontalo Amankan Warga Buluda Pelaku Judi Togel Online
Dikatakan Wabup, perusahaan ini bukan saja akan membeli hasil kakao petani, tapi juga mendorong penanaman kakao.
"Sehingga hal ini jelas peluang untuk masyarakat. Karena selain harga kakao diharapkan membaik, juga akan menyerap tenaga kerja,"ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bapppeda Kabupaten Pohuwato, Irfan Saleh menjelaskan, kunjungan pihak Tokyo Food sudah kali kedua ke Kabupaten Pohuwato.
Dengan tujuan mensurvei dan meneliti kakao mana saja yang sudah selama ini melakukan fermentasi sesuai standar yang diinginkan.
Baca Juga: Tim PT. SMI Monitoring dan Evaluasi Ruas Jalan Dibiayai Dana PEN di Pohuwato
Irfan Saleh menyebutkan, dari hasil survei tersebut jika sudah ada sample kakao yang difermentasi. Pihak Tokyo Food kemungkinan besar akan membeli dan diuji di laboratorium Jepang yang memang punya standar kualitas tinggi dalam membeli suatu produk.
Menurutnya, kalau potensinya bagus dan mampu memenuhi syarat, maka tentu selanjutnya akan dibuat kesepakatan jumlah kakao perbulannya atau pertahunnya yang akan dibeli dengan harga sesuai standar kualitas.
"Jadi, menurut ketua timnya menjelaskan untuk awal-awal mungkin masih sedikit-sedikit, tapi bertahap lama-lama mereka akan membeli dalam jumlah yang banyak sesuai kemampuan yang bisa disediakan oleh petani kakao,"ungkapnya.(Ilu/Kmfo).
Editor : Azis Manansang