Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tewas Tertimpa Batu di Tambang Ilegal Pohuwato, Polisi Buru Pemilik Lokasi Tambang

Azis Manansang • Senin, 7 Juli 2025 | 00:14 WIB

 

Suasana pemakaman korban (F:Ist)
Suasana pemakaman korban (F:Ist)

Gorontalopost, MARISA – Tragedi kembali menyelimuti kawasan pertambangan emas ilegal (PETI) Potabo di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Seorang penambang tradisional, Nani Atune alias Ka Nani (53), tewas seketika usai tertimpa material batu besar yang longsor dari atas tebing, Sabtu pagi (5/7/2025) pukul 07.30 WITA.

Baca Juga: Cekcok Rumah Tangga, Istri Tikam Suami Hingga Luka Robek Gara- Gara Karaoke Bersama Ladys

Korban, warga Dusun Hele, Desa Hulawa, diketahui sedang buang air besar tak jauh dari jalur aktivitas alat berat ketika insiden terjadi.

Menurut kesaksian rekan sesama penambang, Teti Pakute alias Ka Teti (44), saat itu ekskavator sedang beroperasi di bagian atas bukit, tanpa diketahui oleh korban yang sedang berada di bawah.

 “Ka Nani lagi di depan talang, mungkin dia tidak dengar ada ekskavator yang kerja di atas.

Tiba-tiba batu besar jatuh dan langsung kena kepalanya.

Kami semua panik, karena beliau langsung meninggal di tempat,” ungkap Ka Teti saat memberi keterangan kepada petugas Intelkam Polres Pohuwato.

Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Hulawa.

Baca Juga: Kantor Satpol PP Gorontalo Diserang Dini Hari, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan dan Perusakan

Namun, suasana sempat memanas lantaran dua istri almarhum berbeda pendapat soal tempat disemayamkannya jenazah.

Berkat pendekatan persuasif aparat kepolisian, akhirnya disepakati jenazah disemayamkan di rumah istri pertama dan dimakamkan di Desa Taluduyunu, tempat tinggal istri kedua, pada pukul 15.30 WITA usai Salat Ashar.

Lokasi kejadian disebut sebagai tambang ilegal milik Zainudin Umuri, yang menggunakan alat berat ekskavator merek Hyundai warna kuning.

Ironisnya, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Beberapa insiden sebelumnya juga pernah memakan korban akibat runtuhan material tambang.

Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni, S.IK, MH, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini dan telah mencoba mencari pemilik lokasi tambang.

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal di Hulawa Kembali Telan Korban, Kematian Sudah Jadi Pemandangan Biasa

Namun saat mendatangi kediaman Zainudin Umuri di Desa Karya Indah, yang bersangkutan diduga telah melarikan diri.

“Ketika tim kami datang ke rumah Zainudin, dia sudah tidak berada di tempat.

Diduga menghindar setelah mendengar peristiwa itu,” tegas Kapolres.

Penyidik Satreskrim akan segera melayangkan surat panggilan resmi untuk meminta keterangan dari Zainudin terkait insiden tersebut.

Aparat menegaskan, proses hukum akan tetap berjalan meskipun pihak keluarga menganggap peristiwa ini sebagai musibah. (Mg-08)

Editor : Azis Manansang
#tambangilegal #PETI #POHUWATO #kecelakaan tambang #excavator #Tambang emas Ditolak warga #penambang tewas