Gorontalopost, POPAYATO – Perlindungan terhadap profesi guru menjadi perhatian serius PGRI Kabupaten Pohuwato. Bersama ABPEDNAS Provinsi Gorontalo dan Kejaksaan Negeri Pohuwato,
organisasi profesi tersebut menggelar Konsolidasi Gagasan Program "Jaksa Jaga Guru" sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih aman dan berkeadilan.
Forum yang berlangsung di Kecamatan Popayato itu dihadiri sekitar seratus peserta yang terdiri dari pengurus PGRI tingkat kabupaten,
perwakilan PGRI dari 13 kecamatan, guru Popayato Serumpun, serta unsur organisasi pendidikan lainnya.
Kehadiran Anggota DPD RI yang juga Ketua ABPEDNAS Provinsi Gorontalo, H. Syarief Mbuinga,
disambut secara adat melalui prosesi pengalungan bunga oleh pelajar SMK Negeri 1 Popayato sebelum kegiatan resmi dimulai.
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Pohuwato Coleng Tandjomada, S.Pd.I, menegaskan pentingnya membangun kemitraan strategis antara organisasi guru dan aparat penegak hukum.
Ia mengungkapkan bahwa PGRI telah menyiapkan rancangan kerja sama yang diharapkan menjadi dasar lahirnya berbagai program perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.
"Kami ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan Kejaksaan dan ABPEDNAS agar guru memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan tugasnya.
Draf kerja sama yang telah disusun diharapkan segera diwujudkan menjadi langkah konkret," ungkap Ketua PGRI.
Dalam pemaparannya, H. Syarief Mbuinga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat kolaborasi demi menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Sesi berikutnya diisi Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pohuwato yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato.
Baca Juga: Ribuan PPPK Paruh Waktu Bisa Bernapas Lega, Bupati Sofyan Puhi Pastikan Tak Rumahkan PPPK
Melalui Program "Jaksa Jaga Guru", peserta diberikan pemahaman mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan tugas guru, langkah pencegahan sengketa hukum, hingga pentingnya membangun budaya taat hukum di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi terhadap dunia pendidikan, PGRI Kabupaten Pohuwato menyerahkan Surat Keputusan Ketua Dewan Pakar PGRI kepada H. Syarief Mbuinga.
Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas komitmennya dalam mendukung penguatan organisasi guru dan kemajuan pendidikan di Pohuwato.
Suasana forum berlangsung dinamis. Beragam persoalan yang dihadapi guru disampaikan langsung kepada narasumber,
mulai dari aspek perlindungan profesi hingga tantangan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Panitia pun menambah semangat peserta dengan membagikan doorprize kepada peserta yang aktif bertanya.
Mengakhiri kegiatan, Ketua PGRI Kabupaten Pohuwato menyampaikan harapan agar sinergi yang telah dibangun tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dalam berbagai program nyata sehingga guru memiliki perlindungan yang lebih baik,
kompetensinya semakin meningkat, dan pendidikan di Pohuwato dapat berkembang lebih maju," pungkas Coleng Tandjomada.
Setelah sesi konsolidasi selesai, PGRI Kabupaten Pohuwato melanjutkan agenda organisasi melalui Pra Kongres Kerja Kabupaten (Pra Kongkerkab I)
untuk menyusun strategi dan program kerja yang akan dijalankan pada periode mendatang.(Mg-08).
Editor : Azis Manansang