Gorontalopost, POPAYATO BARAT – Konsolidasi organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Pohuwato diawali dari Kecamatan Popayato Barat.
PGRI cabang setempat menjadi yang pertama dari 13 cabang di daerah itu yang menggelar Konferensi Kerja Cabang (Konfercab) I masa bhakti 2025-2030.
Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan agenda organisasi, tetapi juga membahas dua kebutuhan yang dianggap mendesak,
yakni penataan data keanggotaan dan penguatan perlindungan terhadap guru.
Baca Juga: Pria di Bone Bolango Diduga Terlibat 23 Kasus Ditangkap di Minsel
Konfercab dibuka langsung Camat Popayato Barat, Marjan Bula, S.Sos. Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut,
di antaranya Ketua PGRI Kabupaten Pohuwato Coleng Tandjomada dan jajaran pengurus kabupaten, perwakilan guru dari seluruh jenjang pendidikan di Kecamatan Popayato Barat,
Kepala PLKB Kecamatan Popayato Barat serta perwakilan Kepala Puskesmas Popayato Barat.
Pelaksanaan konferensi ini menjadi bagian dari tindak lanjut setelah Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Pohuwato.
Dibandingkan cabang lainnya, Popayato Barat bergerak lebih awal dalam melaksanakan konferensi kerja tingkat cabang.
Ketua PGRI Cabang Popayato Barat, Marwan Mohune, S.Pd., Gr, mengatakan forum
tersebut harus menghasilkan langkah konkret yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota.
Baca Juga: Ruwaida Ismet Mile Minta Program Genting Bone Bolango Tak Berhenti Seremonial
Salah satu yang menjadi perhatian adalah memastikan seluruh data anggota tersusun secara akurat dan diperbarui secara berkala.
Menurutnya, tertib administrasi keanggotaan bukan hanya persoalan pencatatan.
Data yang valid diperlukan agar organisasi memiliki dasar yang jelas ketika memberikan pelayanan kepada anggota maupun saat memperjuangkan kepentingan para guru.
Pada saat yang sama, PGRI Popayato Barat menempatkan perlindungan guru sebagai agenda penting lainnya.
Organisasi ingin memastikan guru memiliki ruang untuk menjalankan tugas profesional dengan aman dan tenang,
termasuk memperoleh pendampingan apabila menghadapi persoalan yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Dengan demikian, penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui pembenahan
administrasi, tetapi juga melalui peningkatan keberpihakan terhadap kebutuhan guru di
lapangan.
Coleng Tandjomada memberikan penghargaan atas inisiatif PGRI Popayato Barat yang menjadi cabang pertama menyelenggarakan konferensi kerja.
Menurutnya, pelaksanaan tersebut mencerminkan komitmen pengurus dan anggota dalam memperkuat organisasi hingga ke tingkat cabang.
Agar setiap agenda berjalan sesuai aturan organisasi, jalannya persidangan dikawal
Steering Committee (SC).
Stenly ditunjuk sebagai pimpinan sidang, I. Ramdan Nento sebagai pimpinan II dan Fadli Sula sebagai pimpinan III.
Sedangkan posisi sekretaris sidang dipercayakan kepada Endang Zakaria.
Dalam sidang komisi, para peserta yang mewakili berbagai jenjang pendidikan se-
Kecamatan Popayato Barat mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan usulan.
Pembahasan diarahkan pada kebutuhan anggota serta program yang dapat
mendorong perkembangan organisasi.
Suasana musyawarah dan kekeluargaan mewarnai seluruh proses pembahasan.
Setiap masukan kemudian menjadi bahan perumusan langkah PGRI Cabang Popayato Barat dalam meningkatkan pelayanan dan memperkuat organisasi.
Usai seluruh agenda konferensi dan sidang komisi diselesaikan, kegiatan ditutup secara resmi oleh Korwil Popayato Barat, Japan Rizam Mobonggi, S.Pd.
Konfercab I menjadi penanda dimulainya langkah baru PGRI Popayato Barat. Dari forum tersebut,
organisasi menegaskan pentingnya data anggota yang tertib sekaligus perlindungan guru sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih kuat dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.(Mg-.08)
Editor : Azis Manansang