Gorontalopost, BANDUNG – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius dalam dialog antara DPW NasDem Gorontalo dan Wali Kota Bandung, Mohammad Farhan.
Dalam diskusi tersebut, sampah tak lagi dipandang sekadar limbah, melainkan cermin budaya, disiplin, hingga peradaban sebuah bangsa.
Baca Juga: Dikecam DPR dan Aktivis, KPU Akhirnya Cabut Keputusan Kontroversial Soal Dokumen Capres-Cawapres
Wali Kota Bandung, Mohammad Farhan, menegaskan bahwa cara masyarakat memperlakukan sampah menunjukkan kualitas diri dan lingkungannya.
“Cara kita memperlakukan sampah adalah gambaran tingkat budaya, kesadaran, dan peradaban masyarakat.
Kalau kita abai, maka yang tercermin juga adalah ketidakpedulian,” ujar Farhan.
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai NasDem Gorontalo, Ridwan Manoarfa, merinci sejumlah poin penting yang bisa dipetik dari isu sampah, antara lain:
*Cermin Kesadaran Lingkungan
Masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menunjukkan minimnya kepedulian terhadap lingkungan.
Sebaliknya, budaya memilah dan mendaur ulang mencerminkan kesadaran ekologis yang tinggi.
*Cermin Disiplin Sosial
Kebersihan ruang publik berjalan seiring dengan budaya antre dan taat aturan.
Sampah yang berserakan menandakan lemahnya disiplin sosial.
*Cermin Nilai Ekonomi dan Inovasi
Di negara maju, sampah diperlakukan sebagai sumber daya baru, dari kompos, energi, hingga bahan daur ulang.
Inovasi lahir dari pengelolaan sampah yang kreatif.
*Cermin Identitas dan Peradaban
Kota bersih identik dengan masyarakat yang berbudaya tinggi. Sebaliknya, buruknya pengelolaan sampah sering menjadi simbol kemunduran.
Dialog ini menyimpulkan bahwa sampah bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga refleksi budaya dan kualitas manusia.
"Tak heran jika pepatah lama menegaskan, kebersihan adalah bagian dari iman," tandas Ridwan yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang