GORONTALOPOST - Sebuah era gemilang telah berakhir di Anfield. Pertandingan melawan Wolverhampton pada hari Minggu (19/5) menandai laga terakhir Jurgen Klopp sebagai pelatih Liverpool, menutup sembilan tahun perjalanan yang tak terlupakan bagi para fans.
Meskipun diwarnai dengan emosi haru, laga ini ditutup dengan manis. Kemenangan 2-0 atas Wolves membawa Liverpool ke posisi ketiga klasemen akhir Liga Premier dengan 82 poin, sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Tujuh trofi bergengsi dan ratusan kenangan indah menjadi saksi perjalanan Klopp bersama The Reds. Masa jabatannya menjadi yang terlama di klub sejak legenda Bob Paisley.
Dalam pidato pasca pertandingan yang penuh haru, Klopp mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para fans dan klub. "Saya benar-benar terkejut, saya pikir saya sudah hancur, sejujurnya, tapi ternyata tidak. Saya sangat senang, saya tidak percaya," ungkap Klopp, dikutip dari Liberpoolfc.com.
"Saya sangat senang dengan kalian semua, tentang atmosfernya, tentang permainannya, tentang menjadi bagian dari keluarga ini, tentang kami, bagaimana kami merayakan hari ini. Sungguh luar biasa. Terima kasih banyak."
Klopp meyakinkan para fans bahwa kepergiannya bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru yang penuh potensi. "Ini tidak terasa seperti akhir, ini hanya terasa seperti permulaan karena saya melihat hari ini sebuah tim sepak bola bermain penuh bakat, penuh pemuda, penuh kreativitas, penuh hasrat, penuh keserakahan. Itu salah satu bagian dari pembangunan, dan itulah yang Anda perlukan tentunya."
Baca Juga: 10 Ciri Kepribadian Unik Orang yang Suka Warna Hitam
"Namun saat ini aku menyadari banyak hal. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya telah mengubah mereka dari orang yang ragu menjadi orang yang yakin dan percaya. Itu tidak benar. Percaya adalah tindakan aktif, Anda harus melakukannya sendiri. Aku hanya bilang kita harus melakukannya. Anda berhasil. Itu perbedaan yang besar."
Klopp pun menegaskan keyakinannya pada masa depan Liverpool. "Dan sekarang tidak ada yang menyuruh Anda berhenti percaya. Karena klub ini berada dalam momen yang lebih baik dari sebelumnya? Mungkin selamanya, saya harus bertanya pada Kenny [Dalglish]! Sejak lama, izinkan saya mengatakannya seperti itu."
"Kami memiliki stadion yang luar biasa ini, kami memiliki pusat pelatihan yang luar biasa ini. Kami memiliki Anda, negara adidaya sepakbola dunia."
"Kami memutuskan apakah kami khawatir atau gembira. Kitalah yang memutuskan apakah kita percaya atau tidak. Kami memutuskan apakah kita percaya atau tidak. Dan sejak hari ini aku adalah salah satu dari kalian dan aku tetap percaya padamu. Saya tetap percaya, 100 persen."
Baca Juga: Makna Warna Cokelat dalam Desain Interior Rumah
Klopp menutup pidatonya dengan pesan penuh kasih sayang kepada para fans. "Saya salah satu dari Anda sekarang. Aku sangat mencintaimu. Di jumperku tertulis 'Terima kasih Luv' dan 'Aku tidak akan pernah berjalan sendirian lagi'. Terima kasih untuk itu! Anda adalah orang-orang terbaik di dunia. Terima kasih!"
Kepindahan Klopp menandai akhir dari sebuah era keemasan bagi Liverpool. Namun, warisan yang ditinggalkannya akan terus menginspirasi klub dan para fans untuk meraih kejayaan di masa depan. You'll Never Walk Alone. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey