DPRD Boltim Sulawesi Utara Puji Strategi Mitigasi Bencana BPBD Provinsi Gorontalo

Azis Manansang • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:47 WIB

 

Kunjungan Tim DPRD Bolsel saat melihat secara langsung upaya BPBD Provinsi Gorontalo dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.(F:BPBD)
Kunjungan Tim DPRD Bolsel saat melihat secara langsung upaya BPBD Provinsi Gorontalo dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.(F:BPBD)

Gorontalopost, GORONTALO — Strategi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang diterapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo 

mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Baca Juga: Dugaan Minta Uang ke Pasien Berujung Laporan Polisi, RSUD Toto Kabila Buka Suara

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Bolaang Mongondow Timur Sadikin Bachri Mamonto melalui Anggota Komisi II DPRD Boltim, Alamri Matiala,

saat melihat secara langsung upaya BPBD Provinsi Gorontalo dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

Alamri menilai, langkah yang dilakukan BPBD Provinsi Gorontalo tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Menurutnya, strategi mitigasi yang kuat perlu didukung dengan pemetaan potensi risiko, kesiapan personel, sarana dan prasarana, edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

“Ya, tadi kami sudah melihat langsung pemaparan dari BPBD Provinsi Gorontalo dalam melakukan strategi mitigasi yang dilakukan BPBD Provinsi Gorontalo sangat baik.

Ini bisa menjadi pembelajaran bagi kami, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana di daerah,” ujar Alamri Matiala. Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang baik, dampak yang ditimbulkan akibat bencana dapat diminimalkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Sekretaris BPBD Provinsi Gorontalo, Ismail Abd. Bau, menjelaskan

bahwa penguatan mitigasi merupakan bagian penting dari strategi penanggulangan bencana di Provinsi Gorontalo.

Baca Juga: Teras Telaga Makin Ramai, Sofyan Puhi Apresiasi Jadi Ikon Ruang Publik Baru di Gorontalo

Ismail mengatakan, BPBD Provinsi Gorontalo terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan melalui penguatan koordinasi,

penyediaan dan pemanfaatan data kebencanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta edukasi kepada masyarakat.

“Mitigasi merupakan langkah yang sangat penting. Kita tidak bisa hanya menunggu bencana terjadi kemudian melakukan penanganan. Upaya pencegahan, kesiapsiagaan dan pengurangan risiko harus dilakukan sejak awal,” jelas Ismail Abd. Bau.

Ia menegaskan, BPBD Provinsi Gorontalo terbuka terhadap kerja sama dan pertukaran informasi dengan daerah lain, termasuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Menurut Ismail, pengalaman dan praktik baik dalam penanggulangan bencana perlu dibagikan agar setiap daerah dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi ancaman bencana.

“Bencana tidak mengenal batas administrasi. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi antardaerah menjadi sangat penting.

Kita harus membangun kesiapsiagaan bersama sehingga ketika terjadi bencana, respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, melaksanakan kunjungan kerja konsultasi dan koordinasi

ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Gorontalo guna mempelajari strategi mitigasi serta penanganan bencana akibat cuaca ekstrem. Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Suami Diduga Tikam Istri dengan 15 Luka Tusukan Ditangkap Polisi Bersama Badik

Rombongan DPRD Boltim dipimpin Ketua Komisi II Sadikin Bachri Mamonto, didampingi Sekretaris Komisi II Candra Walangitan, Anggota Komisi II Alamri Matiala,

Sekretaris DPRD Boltim Andi Suhendro Welan, Analis Kebijakan Ahli Muda Firmansyah Mamonto, Penelaah Teknis Kebijakan Sucipto Mongilong, Reindra Gaib, Addy Priyono, serta Analis Kebijakan Ahli Pertama Muhammad Nur.(Ris) 

Editor : Azis Manansang
DPRD Boltim Sulawesi utara Provinsi Gorontalo BPBD Mitigasi Bencana