Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Keajaiban di Gunung Uhud, Jasad Paman Nabi yang Tetap Utuh Setelah 1400 Tahun

Tina Mamangkey • Kamis, 5 Desember 2024 | 10:13 WIB
Jasad Paman Nabi Utuh Setelah 1400 Tahun Terkubur Di Gunung Uhud
Jasad Paman Nabi Utuh Setelah 1400 Tahun Terkubur Di Gunung Uhud

GORONTALOPOST -Pada tahun 2013, wilayah Madinah diguncang oleh hujan besar yang berlangsung selama beberapa hari.

Hujan deras ini menyebabkan banjir yang sangat masif, hampir menutupi seluruh kota, termasuk Gunung Uhud yang terkenal sebagai situs pemakaman para syuhada.

Banjir tersebut membawa dampak besar, bahkan menggenangi makam para pahlawan yang telah meninggal sekitar 1400 tahun lalu.

Ketika air mulai surut, sebuah peristiwa yang menakjubkan terjadi.

Jasad-jasad para syuhada yang telah terkubur di Gunung Uhud selama berabad-abad mulai terangkat ke permukaan.

Meski sebagian jasad sudah sulit dikenali, ada satu jasad yang menarik perhatian banyak orang.

Jasad itu diduga kuat milik Sayidina Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW.

Meskipun telah terkubur selama lebih dari 1400 tahun, jasad Hamzah tampak utuh, bahkan darahnya masih mengalir dan menyebarkan aroma wangi yang semerbak.

Luka di dada Hamzah, akibat tombak yang menembusnya, masih terlihat jelas, dan tangan beliau masih menekup lukanya seakan-akan berusaha melindungi dirinya.

Tidak hanya Hamzah, jasad seorang syuhada lainnya, Sayidina Abdullah bin Jaz, juga ditemukan dalam kondisi utuh.

Telinga dan hidungnya yang terpotong terlihat jelas, yang mengingatkan pada peristiwa pertempuran yang terjadi pada masa itu.

Kedua tokoh ini kini menjadi bagian dari pemakaman yang dikenal dengan nama Syuhada Uhud, di mana nisan mereka dapat ditemukan oleh para peziarah yang datang untuk menghormati para pahlawan tersebut.

Saksi mata yang menyaksikan peristiwa ini, Dr. Thariq Asuwaidan, menceritakan bahwa ia merasakan aroma misk yang sangat harum ketika jasad-jasad tersebut diangkat.

Bahkan, persendian lengan salah satu jasad yang terangkat tidak kaku, dan darah dari jasad mereka masih mengalir, seolah-olah mereka baru saja meninggal beberapa jam sebelumnya.

Hal ini sangat mengherankan, mengingat seharusnya tubuh manusia akan membusuk setelah beberapa hari terkubur.

Keajaiban di Balik Jasad yang Tetap Utuh

Biasanya, proses pembusukan tubuh manusia akan dimulai dalam waktu 36 jam setelah kematian.

Pada tahap pertama, bola mata akan menonjol, kulit akan menghitam, dan cabang-cabang urat nadi mulai terlihat.

Setelah beberapa hari, tubuh akan menggelembung, mengeluarkan bau busuk, dan akhirnya hanya menyisakan tulang belulang.

Semua ini terjadi karena mikroba yang ada di tubuh manusia berfungsi untuk menguraikan jasad yang telah mati.

Namun, fenomena yang terjadi pada jasad para syuhada di Gunung Uhud bertentangan dengan hukum alam ini.

Jasad-jasad mereka, terutama para nabi, syuhada, dan orang-orang yang hafal Al-Qur’an, tidak mengalami proses pembusukan seperti umumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagai Pencipta segala sesuatu, berkuasa untuk menahan proses alamiah ini pada jasad tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.

Mikroba, makhluk yang diciptakan Allah untuk menguraikan tubuh yang telah mati, dengan patuh tidak menguraikan jasad mereka.

Ini adalah tanda kebesaran Allah yang menjaga kehormatan tubuh-tubuh orang pilihan-Nya.

Sayidina Hamzah bin Abdul Muthalib, yang dikenal sebagai Singa Allah, adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang gugur sebagai syuhada dalam Perang Uhud.

Hamzah tewas setelah terkena tombak yang dilontarkan oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak yang diutus oleh Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan, untuk membalas dendam atas kematian ayahnya, Utbah, yang dibunuh oleh Hamzah dalam Perang Badar.

Perang Uhud adalah salah satu pertempuran yang paling berat dalam sejarah Islam.

Pasukan Muslim yang berjumlah sekitar 700 orang harus berhadapan dengan sekitar 3000 pasukan musyrikin.

Dalam pertempuran yang sengit ini, pasukan Muslim mengalami kekalahan, dan 70 sahabat, termasuk Sayidina Hamzah, syahid di medan perang.

Kematian Hamzah sangat mengesankan Rasulullah SAW, yang merasa kehilangan paman tercinta yang selama ini selalu melindunginya.

Kisah Sayidina Jabir dan Keajaiban Jasad yang Utuh

Di dalam kisah lain, ada cerita tentang Sayidina Jabir bin Abdillah yang ayahnya, Abdillah bin Amr, turut gugur dalam Perang Uhud.

Setelah enam bulan, Jabir merasa tidak nyaman membiarkan ayahnya terkubur di lubang yang sama dengan orang lain.

Ketika ia menggali makamnya, ia mendapati bahwa jasad ayahnya masih utuh, tidak mengalami pembusukan sama sekali.

Fenomena ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga jasad-jasad orang-orang yang telah gugur dalam perjuangan di jalan-Nya.

Proses alamiah pembusukan tubuh manusia seolah-olah ditahan untuk menjaga kehormatan para syuhada yang telah berjuang dengan sepenuh hati.

Setelah kejadian tragis itu, Wahsyi, yang telah membunuh Sayidina Hamzah, akhirnya masuk Islam setelah bertobat.

Meskipun ia telah diterima Islam, Nabi Muhammad SAW meminta agar Wahsyi tidak tampil di hadapan beliau, bukan karena kebencian, tetapi karena Nabi SAW tidak ingin mengingat kembali kenangan pahit kehilangan paman tercinta.

Wahsyi merasa sangat menyesal atas perbuatannya, namun ia tetap bernazar untuk menebus dosa-dosanya dengan berjuang di jalan Allah.

Pada Perang Yamamah, Wahsyi kembali berperang dengan menggunakan tombak yang sama yang pernah digunakan untuk membunuh Hamzah.

Dalam peperangan ini, Wahsyi menaklukkan Musailamah al-Kazzab, nabi palsu yang memimpin pasukan murtad.

Wahsyi, dengan tombak yang sama, menjadi bagian dari kemenangan besar bagi umat Islam.

---

Kisah para syuhada di Gunung Uhud, termasuk Sayidina Hamzah, adalah pengingat bagi kita tentang keberanian, pengorbanan, dan kecintaan mereka terhadap agama Allah.

Keajaiban-keajaiban yang terjadi pada jasad mereka, yang tetap utuh meski telah terkubur selama berabad-abad, menunjukkan kebesaran dan kuasa Allah yang melampaui hukum alam.

Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih mendalami makna pengorbanan dan kesetiaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Wa Allahu A'lam.

Sumber: Youtube @Jazirah Ilmu

Editor : Tina Mamangkey
#Madinah #Sayidina Hamzah bin Abdul Muthalib #Gunung Uhud #Nabi Muhammad SAW #jasad #paman