GORONTALOPOST - Juru Bicara Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, Arumi Bachsin, mengungkapkan keprihatinan terkait penyebaran video palsu yang memanipulasi pernyataan Gibran tentang program makan siang dan susu gratis.
Video tersebut disunting sedemikian rupa agar Gibran terlihat memberikan data yang salah, terutama terkait jumlah anak di Indonesia.
Arumi menjelaskan, "Padahal yang dimaksud mas Gibran adalah jumlah anak dari sekitar 70 negara yang sudah pernah menerima manfaat program makan siang atau susu gratis.
Data 400 juta anak tersebut diperoleh dari United Nations World Food Program. Bagian penjelasan mengenai 400 juta anak di sekitar 70 negara dipotong."
Istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ini mengharapkan bahwa ajang Pilpres 2024 dapat dijadikan sarana edukasi politik bagi masyarakat, dengan tujuan menghindari penyebaran berita palsu (hoaks) dan kampanye hitam.
Arumi menyampaikan, "Ada yang bilang ini istilahnya spin doctor. Pernyataan seseorang dipenggal lalu ditambahkan narasi melalui caption, seakan-akan pernyataan itu salah, padahal jika dikutip lengkap tanpa dipotong-potong, faktanya sangat berbeda."
Ia menambahkan, "Kemudian ini diviralkan melalui media sosial, bahkan mereka yang latar belakangnya akademis juga bisa terkecoh loh.
Cukup banyak kenalan kami di dunia kerja yang sempat menanyakan video tersebut, dan setelah menerima penjelasan bahwa itu video yang dipotong-potong, mereka langsung memahami."
Arumi juga memberikan klarifikasi berdasarkan studi World Food Program dari PBB, bahwa program makan siang di sekolah telah dilakukan di sekitar 70 negara dan telah membantu 418 juta anak.
Ia mengundang semua untuk memeriksa informasi tersebut di website wfp.org.
Sebelumnya, beredar potongan video di media sosial yang memberikan kesan bahwa Gibran mengklaim program susu gratis sudah dinikmati oleh 400 juta anak.
Video tersebut diambil saat acara konsolidasi di Sentul, Bogor, dan Gibran sebenarnya menjelaskan bahwa program tersebut sudah ada di 76 negara dan dirasakan oleh 400 juta anak-anak.
Gibran menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah program yang mengada-ada, melainkan bagian dari persiapan menuju generasi emas Indonesia. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey