Gorontalopost, GORONTALO - Ketua Pansus LKPJ Gubernur 2024, Yeyen Sidiki, menyoroti berbagai aspek mutu pendidikan di Gorontalo, terutama di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Salah satu permasalahan utama yang diungkap adalah kurangnya formasi guru di SMK.
Baca Juga: Tradisi Balap Perahu di Marisa Jadi Daya Tarik Lebaran 2025
Yang baru mencapai 54 persen, jauh tertinggal dibandingkan SMA yang telah mencapai 100 persen.
Kekurangan tenaga pengajar ini berimbas pada kualitas pendidikan SMK yang masih perlu ditingkatkan.
Menurut Aleg Golkar ini, dalam laporan tersebut, angka partisipasi sekolah (APS) untuk SMA dan SMK hanya mencapai 70,59 persen.
Selain itu, kemampuan literasi dan numerasi siswa SMK masih lebih rendah dibandingkan siswa SMA.
Tingkat penyerapan lulusan SMK di dunia kerja juga masih menjadi tantangan, dengan capaian hanya 73,16 persen.
Baca Juga: Lewat Ramadan Kreatif, Cara Kodim 1313/Pohuwato Gekrafs Tingkatkan Mutu UMKM
Sementara itu, kepuasan dunia kerja terhadap budaya kerja lulusan SMK juga baru mencapai 75,55 persen.
Hal ini kata Yeyen menunjukkan bahwa lulusan SMK belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan industri dan dunia kerja.
"Solusiainya untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK, pemerintah perlu menambah jumlah guru.
Dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis industri,"ungkap Aleg tiga periode ini.
Dengan langkah strategis, SMK di Gorontalo diharapkan dapat mencetak lulusan yang lebih siap kerja.
Dan memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja. (Gpd-01).
Editor : Azis Manansang