Gorontalopost, GORONTALO – Lonjakan harga beras yang sempat membuat resah warga Gorontalo akhirnya menjadi perhatian serius DPRD Provinsi.
Komisi II DPRD menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder untuk mencari solusi konkret dalam menjaga stabilitas pangan.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II, Mikson Yapanto, dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi, Ridwan Monoarfa, serta anggota Komisi II, yakni Limonu Hippy, Meyke Camaru, dan Hamzah Idrus.
Mikson menegaskan bahwa stok beras di Gorontalo sebenarnya aman.
Menurutnya, keresahan yang sempat muncul bukan karena kekosongan di gudang, melainkan hambatan distribusi.
“Beras kita sudah terkendali, harganya mulai stabil karena Bulog sudah lakukan operasi pasar.
Masalah kemarin bukan stok kosong, tapi jalur distribusinya tersendat,” jelas Mikson, Selasa (26/8/2025).
Ia mencontohkan, kondisi di sejumlah gerai ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart yang sempat tidak menyediakan beras.
Hal itu memicu anggapan masyarakat kelas menengah bahwa stok langka, padahal pasokan di pasar tradisional tetap tersedia.
Lebih jauh, Mikson mengingatkan adanya potensi permainan harga dari oknum yang menahan pasokan.
Karena itu, pihaknya mendesak Bulog benar-benar memastikan stok beras tetap terjaga dan distribusinya merata.
“Kalau stok tersedia, harga otomatis stabil. Tapi kalau ada yang menahan pasokan, pasti naik. Jadi Bulog harus rutin memantau,” tegasnya.
Komisi II berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan dan koordinasi lintas sektor.
Agar distribusi beras lebih lancar, sehingga masyarakat mendapat kepastian harga yang wajar dan terjangkau.
“Intinya beras aman. Tinggal bagaimana distribusinya dikelola.
DPRD akan terus mengawal agar stabilitas harga tidak hanya sesaat, tapi berkelanjutan,” pungkas Mikson.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang