Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Komisi II DPRD Gorontalo Terkesima Rempeyek Bulat Desa Tinelo Raup Omzet Rp 20 Juta per Bulan

Azis Manansang • Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:37 WIB

 

para anggota dewan dibuat kagum oleh pesatnya perkembangan usaha rempeyek bulat  produk khas yang kini menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Gorontalo. (F:hms-enki)
para anggota dewan dibuat kagum oleh pesatnya perkembangan usaha rempeyek bulat produk khas yang kini menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Gorontalo. (F:hms-enki)

Gorontalopost, GORONTALO — Aroma gurih rempeyek bulat menyeruak dari sebuah rumah produksi sederhana di Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Jaya.

Di sanalah, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menggelar kunjungan kerja, untuk memantau langsung geliat UMKM lokal yang sukses naik kelas.

Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata DPRD terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat berbasis usaha kecil menengah.

Dalam kunjungan itu, para anggota dewan dibuat kagum oleh pesatnya perkembangan usaha rempeyek bulat produk khas yang kini menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Gorontalo.

Sang pemilik usaha menuturkan bahwa peningkatan permintaan pasar membuat produksinya terus melonjak. Setiap bulan, sekitar 200 kilogram tepung diolah menjadi rempeyek gurih, dengan omzet mencapai Rp 20 juta.

Untuk menjaga ritme produksi, tiga orang karyawan lokal turut dipekerjakan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, yang memimpin rombongan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan ketekunan para pelaku UMKM.

Ia menilai, semangat masyarakat Desa Tinelo menjadi contoh bagaimana usaha kecil bisa tumbuh besar jika mendapat pendampingan dan perhatian dari pemerintah.

“Kami melihat sendiri bagaimana mereka berinovasi dan bertahan di tengah persaingan. Dukungan permodalan, pelatihan, dan akses pasar harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, keberhasilan rempeyek bulat bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tapi juga bukti bahwa kemandirian desa bisa dibangun dari kreativitas dan ketekunan warganya.

Ia menilai, sektor UMKM seperti ini merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang perlu difasilitasi dengan kebijakan berkelanjutan agar terus berkembang.

Kunjungan kerja Komisi II ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi dalam menyusun program pemberdayaan ekonomi rakyat yang lebih tepat sasaran.


Dari dapur sederhana di Tinelo, semangat pelaku UMKM membuktikan bahwa cita rasa lokal dan kerja keras bisa menjadi modal utama untuk menembus pasar yang lebih luas.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#DPRD Gorontalo #UMKMNaikKelas #rempeyek #komisi ii dprd #UMKM Gorontalo