Gorontalopost, GORONTALO — Upaya memperkuat ketahanan pangan kembali mendapat dukungan penuh dari DPRD Provinsi Gorontalo.
Kali ini, apresiasi diberikan terhadap program percetakan sawah baru seluas kurang lebih 5.600 hektare yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat.
Program tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan daerah pada pasokan beras dari luar provinsi.
Langkah ini diyakini akan menjadi titik balik dalam upaya kemandirian pangan Gorontalo.
Selama ini, kebutuhan beras lokal masih banyak mengandalkan suplai dari Sulawesi Selatan.
Dengan hadirnya lahan sawah baru yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk fokus di Kabupaten Pohuwato, diharapkan produksi beras dapat meningkat signifikan.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus, mewakili ketua lembaga itu dalam kegiatan sosialisasi.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kalau produksi kita naik, bukan saja kebutuhan beras tercukupi, tetapi daerah ini bisa lebih mandiri,” ujarnya.
Hamzah menambahkan bahwa inisiatif tersebut membuka ruang baru bagi petani untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.
Selain meningkatkan hasil panen, program sawah baru juga diharapkan menjadi pemantik perbaikan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: Dana Rp 882 Juta Kerugian Negara Berhasil Dipulihkan, Ini Capaian Kejati Gorontalo 2025
Ia menyebut bahwa DPRD akan terus mengawal pelaksanaannya agar sesuai target.
Dengan target penyelesaian program dalam kurun waktu 90 hari, sinkronisasi antarlembaga menjadi kunci.
Hamzah menekankan pentingnya kerja cepat namun tetap terukur, mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan.
Ia optimistis, jika koordinasi berjalan rapi, program ini akan menjadi proyek strategis yang mampu menunjang kemandirian beras Gorontalo.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang