Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ketahanan Pangan Gorontalo Diperkuat Lewat 5.600 Ha Lahan Sawah Baru, DPRD Berikan Apresiasi

Azis Manansang • Kamis, 11 Desember 2025 | 20:53 WIB

 

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus, mewakili ketua lembaga itu dalam kegiatan sosialisasi.(F:Humas-Engki)
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus, mewakili ketua lembaga itu dalam kegiatan sosialisasi.(F:Humas-Engki)

Gorontalopost, GORONTALO — Upaya memperkuat ketahanan pangan kembali mendapat dukungan penuh dari DPRD Provinsi Gorontalo.

Kali ini, apresiasi diberikan terhadap program percetakan sawah baru seluas kurang lebih 5.600 hektare yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dadang Hemeto Tumbang, Iskandar Mangopa Terpilih Aklamasi Pimpin DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo 2025–2030

Program tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan daerah pada pasokan beras dari luar provinsi.

Langkah ini diyakini akan menjadi titik balik dalam upaya kemandirian pangan Gorontalo.
Selama ini, kebutuhan beras lokal masih banyak mengandalkan suplai dari Sulawesi Selatan.

Dengan hadirnya lahan sawah baru yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk fokus di Kabupaten Pohuwato, diharapkan produksi beras dapat meningkat signifikan.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus, mewakili ketua lembaga itu dalam kegiatan sosialisasi.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Kalau produksi kita naik, bukan saja kebutuhan beras tercukupi, tetapi daerah ini bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Hamzah menambahkan bahwa inisiatif tersebut membuka ruang baru bagi petani untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.

Selain meningkatkan hasil panen, program sawah baru juga diharapkan menjadi pemantik perbaikan ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga: Dana Rp 882 Juta Kerugian Negara Berhasil Dipulihkan, Ini Capaian Kejati Gorontalo 2025

Ia menyebut bahwa DPRD akan terus mengawal pelaksanaannya agar sesuai target.

Dengan target penyelesaian program dalam kurun waktu 90 hari, sinkronisasi antarlembaga menjadi kunci.

Hamzah menekankan pentingnya kerja cepat namun tetap terukur, mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan.

Ia optimistis, jika koordinasi berjalan rapi, program ini akan menjadi proyek strategis yang mampu menunjang kemandirian beras Gorontalo.(Mg-02)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #sawah baru #ekonomi petani #DPRD Provinsi Gorontalo #ketahananpangan #TNI #Program Strategis