CLUSTER BARU: ASN dan TPKD Setda Kota Gorontalo, saat menjalani swab test di Aula Kantor Wali Kota Gorontalo. (istimewa)GP.CO.ID, GORONTAO - Sebanyak 51 ASN Pemprov Gorontalo menjalani swab test di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gorontalo kemarin, karena tracking kotak dengan ASN Dinkes Kota Gorontalo.
ASN Pemprov Gorontalo yang menjalani swab test dan sejumlah pegawai Dinas Kesehatan Kota Gorontalo yang terpapar Covid-19, menambah jumlah penanganan Covid-19 klaster perkantoran. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meylin Maaruf, mengakui hal itu.
“Saat ini klaster perkantoran yang terpapar covid-19 masih banyak.Upaya yang kami lakukan adalah melalui tracking kontak, dan kami berharap dapat meminimalisir dari perebakan virus corona,” ujarnya dikonfirmasi kemarin.
Kota Gorontalo yang berstatus zona merah atas peredaran pandemi Covid-19, pengambilan swab test pun dilakukan secara masif oleh Pemerintah Daerah.
“Rencananya, besok kami akan melanjutkan swab test di Puskesmas Kota Selatan. Karena hari ini petugas puskesmas ada juga yang mengikuti pengambilan swab. Memang kita belum mengetahui hasilnya. Tapi, kami mengantisipasi penyebarannya. Pada intinya untuk memutus rantai penyebaran covid-19,” jelasnya.
Sebelumnya ASN dan TPKD di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, mejalani swab test di Aula Kantor Wali Kota Gorontalo. Guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 pada kawasan perkantoran, khususnya Pemerintah Kota Gorontalo.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kota Gorontalo, Muhammad Kasim, Swab test terhadap ASN dan TPKD, merupakan bagian dari upaya Pemkot Gorontalo mencegah klaster perkantoran. “ASN dan TPKD yang menjalani swab test, kami harap bisa taati aturan dari Satgas Covid-19,” ujarnya.
Kasim menambahkan kalau hasil swab test seluruh ASN dan TPKD masih dalam proses, jika ada yang positif Covid-19 maka akan di karantina.
“Mereka yang terkonfirmasi positif, harus menjalani karantina mandiri atau isolasi di tempat yang sudah disediakan Satgas Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu Pemerintah Kota Gorontalo sendiri telah membatasi aktivitas masyarakat dari luar daerah, untuk masuk ke wilayah Kota Gorontalo.
Bahkan hampir semua wilayah Kota Gorontalo, dijaga ketat oleh aparat gabungan. Hal ini selain dalam rangka pandemi Covid-19, juga bagian dari penanganan jelang tahun baru. (zis)