Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Reses DPRD Gorontalo Utara di Monano, Ridwan Monoarfa Diserbu Keluhan Bibit Jagung, Listrik, hingga Jalan Rusak

A
Penulis: Azis Manansang❯

 


Advertisement

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Manoarfa saat reses di Desa Monas Kecamatan Monano Gorut.(F:Hms-Ferdy)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Manoarfa saat reses di Desa Monas Kecamatan Monano Gorut.(F:Hms-Ferdy)

Gorontalopost, MONANO – Agenda reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah
Pemilihan (Dapil) V Gorontalo Utara, Ridwan Monoarfa, berubah menjadi forum curhat
massal warga Kecamatan Monano.

Dalam pertemuan yang digelar pada masa persidangan kedua tahun sidang 2025–2026 itu,masyarakat menyampaikan

Advertisement

beragam persoalan krusial yang menyentuh langsung sektorpertanian, perikanan, infrastruktur, dan pelayanan dasar.

Keluhan paling keras datang dari para petani. Mereka menyoroti distribusi bibit jagung
yang dinilai tidak berkualitas serta sering tidak sinkron dengan jadwal musim tanam.

Advertisement

Bahkan, beberapa desa disebut belum menerima bantuan bibit sama sekali, kondisi yang
berdampak pada turunnya hasil panen dan pendapatan petani.

Tak hanya petani, nelayan juga menyuarakan kebutuhan mendesak. Mereka berharap
adanya dukungan perahu dan mesin katinting

agar aktivitas melaut bisa lebih maksimal, mengingat keterbatasan armada masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan hasil tangkapan.

Dari Dusun Juriyati, persoalan mendasar soal listrik mencuat. Wilayah tersebut hingga kini
belum teraliri jaringan listrik, membuat aktivitas warga pada malam hari sangat terbatas.

Pemerintah desa setempat menggambarkan situasi itu sebagai ironi pembangunan, di manasebagian wilayah sudah terang, sementara lainnya masih gelap gulita.

Ancaman bencana juga menjadi perhatian. Sejumlah desa yang berada di kawasan rawan
abrasi dan banjir meminta pembangunan tanggul serta pemasangan beronjong sebagai
langkah perlindungan.

Warga menilai kerusakan akibat bencana selama ini telah menimbulkan kerugian berulang
bagi masyarakat.

Sementara itu, warga Desa Monas menyoroti kondisi jalan tani dan jalan nelayan yang
rusak berat.

Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama untuk mengangkut hasil pertanian dan
perikanan.

Mereka juga berharap bantuan bibit pertanian dari pemerintah provinsi ke depan benar-
benar unggul agar mampu mendongkrak produktivitas.

Masalah pelayanan air bersih turut disampaikan. Warga mengeluhkan kualitas air PDAM
yang sering keruh.

Di sisi lain, jaringan irigasi pertanian yang rusak dan tidak berfungsi disebut kerap memicu
genangan hingga banjir di lahan pertanian.

Reses tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat,
serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas PUPR Provinsi
Gorontalo.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Ridwan Monoarfa menegaskan seluruh masukan warga
akan dihimpun secara resmi dan diperjuangkan melalui jalur perencanaan serta
penganggaran di tingkat provinsi.

Ia menyebut reses sebagai momen penting untuk menangkap langsung persoalan riil yang
dihadapi masyarakat.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antarorganisasi perangkat daerah agar setiap usulan
tidak berhenti di atas kertas, melainkan berlanjut pada langkah nyata di lapangan.

Reses ini diharapkan menjadi pintu awal percepatan solusi bagi berbagai persoalan
mendasar yang dihadapi warga Monano dan sekitarnya.(Mg-06/Inong).

Advertisement

Artikel Terkait

Dana Pokir Rp1,09 Miliar Disorot, Penyidik Kejati Geladah Kantor IMI Gorontalo

Dana Pokir Rp1,09 Miliar Disorot, Penyidik Kejati Geladah Kantor IMI Gorontalo

Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri dugaan penyimpangan dana hibah KONI Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2024 yang terkait Pokir

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Sebelum dipercaya mengisi jabatan Wakapolda, Laode Aries menjabat Karo Ops Polda Metro Jaya sejak pertengahan 2026

 Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Polisi menyebut perkara ini bermula dari kontrak pekerjaan pembangunan SPPBE antara PT Bumi Panua dan PT Sherpa Nadya Sejahtera pada 19 /09

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer