Budaya Baca Dimulai dari Rumah, Maryam Sofyan Puhi Ajak Keluarga dan Generasi Muda Berkarya

Gorontalopost, LIMBOTO – Membangun budaya membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku di sekolah atau perpustakaan.
Kebiasaan itu perlu tumbuh dari rumah, diperkuat oleh lingkungan masyarakat, dan didukung pemerintah desa hingga kelurahan.
Baca Juga: Koleksi Perpustakaan Gorontalo Capai 38 Ribu Buku, Sofyan Puhi Dorong Pembaruan dan Budaya Baca
Pesan tersebut disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, dalam Festival Literasi Kabupaten Gorontalo 2026.
Festival yang digelar pada 14–16 Oktober itu menjadi kesempatan untuk mengajak
masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Maryam meminta kepala desa dan lurah memberi perhatian terhadap pengembangan perpustakaan dan pojok baca agar warga lebih mudah memperoleh bahan bacaan.
Ia memandang keluarga sebagai tempat pertama untuk mengenalkan anak pada buku.
Orang tua dapat membangun kebiasaan tersebut melalui kegiatan sederhana, seperti membaca bersama dan menyediakan waktu khusus untuk menikmati bacaan setiap hari.
Namun, upaya meningkatkan literasi tidak boleh berhenti di lingkungan keluarga.
Menurut Maryam, perpustakaan juga perlu hadir sebagai ruang interaksi yang memungkinkan masyarakat belajar, berdiskusi, mengembangkan kreativitas, dan mengasah keterampilan.
Karena itu, layanan membaca perlu diperluas melalui perpustakaan desa, taman baca masyarakat,



