Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Berganti Pasangan Menjadi Faktor Utama Penyebaran HIV-AIDS di Papua

Tina Mamangkey • Rabu, 13 September 2023 | 13:10 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, Robby Kayame, mengatakan bahwa dari data yang dihimpun pihaknya terungkap penularan kasus HIV-AIDS di Tanah Papua terbanyak akibat berganti pasangan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, Robby Kayame, mengatakan bahwa dari data yang dihimpun pihaknya terungkap penularan kasus HIV-AIDS di Tanah Papua terbanyak akibat berganti pasangan.

GORONTALOPOST - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, Robby Kayame, telah mengungkapkan bahwa penyebaran kasus HIV-AIDS di Tanah Papua terbanyak disebabkan oleh perilaku berganti pasangan (heteroseksual). Robby Kayame menjelaskan hal ini dalam wawancara dengan ANTARA di Jayapura pada Rabu (13/9).

Menurutnya, data dari Dinas Kesehatan Papua yang mencakup tiga daerah otonomi baru (DOB) hingga Maret 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 51.408 orang telah terinfeksi HIV-AIDS di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 49.965 kasus berasal dari perilaku berganti-ganti pasangan.

Meskipun data kasus HIV-AIDS belum secara resmi terbagi ke dalam empat provinsi baru (DOB) sejauh ini, informasi tersebut masih mencakup 29 kabupaten dan kota. Tiga provinsi yang baru dimekarkan dari Provinsi Papua adalah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Data dari Dinkes Papua juga mengungkapkan bahwa penularan terbanyak kedua adalah dari ibu ke anak, dengan 860 kasus. Selain itu, terdapat 237 kasus penularan melalui homoseksual, 61 kasus biseksual, 46 kasus melalui transfusi darah, 23 kasus melalui penggunaan jarum suntik (IDU), dan 216 kasus yang penularannya tidak diketahui.

Kabupaten Nabire mencatatkan jumlah tertinggi kasus HIV-AIDS, dengan 9.412 kasus, diikuti oleh Kota Jayapura dengan 7.953 kasus, Mimika 7.130 kasus, dan Jayawijaya dengan 6.883 kasus. Data kasus juga meliputi Kabupaten Jayapura dengan 4.533 kasus, Biak 2.904 kasus, Merauke 2.729 kasus, Paniai 2.111 kasus, Kepulauan Yapen 1.661 kasus, dan Tolikara 1.177 kasus.

Selanjutnya, Kabupaten Lanny Jaya memiliki 839 kasus, Pegunungan Bintang 825 kasus, Puncak Jaya 668 kasus, Dogiyai 484 kasus, Keerom 425 kasus, Asmat 327 kasus, Mappi 249 kasus, Boven Digul 214 kasus, Waropen 200 kasus, Supiori 192 kasus, Deiyai 114 kasus, Sarmi 99 kasus, Mamberamo Tengah 84 kasus, Yalimo 76 kasus, Puncak 66 kasus, Yahukimo 22 kasus, Mamberamo Raya 16 kasus, Intan Jaya 14 kasus, dan Kabupaten Nduga satu kasus.

Dalam menghadapi peningkatan kasus HIV-AIDS yang signifikan, Robby Kayame menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak lagi melakukan perilaku berganti pasangan. Bagi mereka yang telah dinyatakan positif, ia mendorong untuk secara rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang tersedia secara gratis.

"Kami mengharapkan agar masyarakat tetap setia terhadap pasangan mereka untuk mencegah HIV-AIDS, dan bagi yang sudah positif, penting untuk terus mengonsumsi obat antiretroviral (ARV)," kata Robby Kayame. (jpg)

 
 
 
Editor : Tina Mamangkey
#berganti pasangan #hiv-aids #Dinkes #Papua