Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Digerebek Operator dan Excavator Kabur Saat Polisi Datang

A
Penulis: Azis Manansang❯

 


Advertisement

Dalam operasi tersebut, petugas memergoki alat berat sedang bekerja di lokasi.(F:Hms-pol)
Dalam operasi tersebut, petugas memergoki alat berat sedang bekerja di lokasi.(F:Hms-pol)

Gorontalopost, MARISA – Aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Nanasi, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, 

mendadak lumpuh setelah aparat gabungan turun langsung melakukan penindakan, Minggu siang (19/4/2026). 

Advertisement

Dalam operasi tersebut, petugas memergoki alat berat sedang bekerja di lokasi.

Saat tim tiba sekitar pukul 13.30 Wita, sebuah excavator merek Hyundai terlihat aktif mengeruk area tambang. 

Namun situasi berubah seketika ketika operator mengetahui kedatangan petugas.

Advertisement

Mesin alat berat langsung dihentikan, sementara sang operator memilih kabur meninggalkan lokasi. 

Hingga saat ini, identitas pelaku masih diburu dan belum berhasil diamankan aparat.

Kasat Reskrim Polres Pohuwato Iptu Renly Turangan mewakili Kapolres AKBP Busroni menjelaskan,

petugas menyita sejumlah barang yang diduga kuat dipakai untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). 

Advertisement

Artikel Terkait

Dana Pokir Rp1,09 Miliar Disorot, Penyidik Kejati Geladah Kantor IMI Gorontalo

Dana Pokir Rp1,09 Miliar Disorot, Penyidik Kejati Geladah Kantor IMI Gorontalo

Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri dugaan penyimpangan dana hibah KONI Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2024 yang terkait Pokir

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Sebelum dipercaya mengisi jabatan Wakapolda, Laode Aries menjabat Karo Ops Polda Metro Jaya sejak pertengahan 2026

 Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Polisi menyebut perkara ini bermula dari kontrak pekerjaan pembangunan SPPBE antara PT Bumi Panua dan PT Sherpa Nadya Sejahtera pada 19 /09

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer