Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tangani Stunting di Gorontalo, Butuh Kerjasama Semua Pihak

A
Penulis: Administrator❯
Sekprov Gorontalo Darda Daraba
Sekprov Gorontalo Darda Daraba
GORONTALOPOST.CO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba mengatakan penuntasan masalah stunting bukan hanya tanggung jawab Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tetapi juga butuh peran aktif dari semua pihak dan masyarakat. “BKKBN tentu tidak bisa bekerja sendiri, semua kementerian dan pemerintah daerah harus bahu membahu membantu BKKBN sebagai pelaksana percepatan penurunan stunting. Bahkan sektor swasta dan masyarakat harus dilibatkan secara aktif,” kata Sekda Darada saat membuka sosialisasi dan advokasi bagi pemangku kebijakan dan mitra kerja tentang program prioritas nasional dalam rangka penurunan stunting, kemarin di Hotel Aston. Darda mengungkapkan Stunting menjadi masalah nasional sehingga diberi perhatian serius oleh pemerintah, mulai dari pusat sampai daerah. Banyak hal yang menyebabkan stunting sehingga penanganan stunting bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah tetapi peran aktif semua stakeholder dan masyarakat sangat dibutuhkan.“Sudah saatnya kita memperkuat daya delivery program pemerintah kepada masyarakat. Harus ada yang memastikan bahwa program dan rencana aksi betul betul menukik tajam dan dapat diterima manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Darda. Darda mengatakan Gorontalo harus juga belajar dari Negara Peru, di mana prevalensi stunting negara tersebut mencapai angka 28 persen pada tahun 2008, namun telah berhasil turun menjadi 12.2 persen pada tahun 2018. Peru menerapkan strategi dengan memastikan asupan gizi yang cukup sampai pada mulut ibu hamil dan balita.“Ini juga yang harus kita terapkan dilapangan dengan melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting di seluruh desa,” ucap Darda. Sementara itu Sub Koordinator Balita dan Anak BKKBN Nurhayati Dano mengungkapkan untuk meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dengan mitra kerja di kabupaten kota, BKKBN melaksanakan sosialisasi dan advokasi tentang program prioritas nasional melalui promosi dan KIE pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam penurunan stunting, terutama pada empat kabupaten yang menjadi lokus perhatian penanganan stunting. “Kami oleh BKKBN diberikan sasaran keluarga baduta (anak di bawah dua tahun) yang terpapar mendapatkan sosialisasi tentang pengasuhan 1000 HPK adalah berjumlah 25.477 yang terbagi dalam empat kabupaten yang menjadi lokasi stunting di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.(zis).

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Sebelum dipercaya mengisi jabatan Wakapolda, Laode Aries menjabat Karo Ops Polda Metro Jaya sejak pertengahan 2026

 Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Polisi menyebut perkara ini bermula dari kontrak pekerjaan pembangunan SPPBE antara PT Bumi Panua dan PT Sherpa Nadya Sejahtera pada 19 /09

 Tak Ingin Hak Anak Yatim Piatu Terabaikan, Kejari Bone Bolango Turun Tangan   Lewat JAKSA AYU

Tak Ingin Hak Anak Yatim Piatu Terabaikan, Kejari Bone Bolango Turun Tangan Lewat JAKSA AYU

Pendampingan Jaksa Pengacara Negara diharapkan mampu memberikan perlindungan keperdataan, memperlancar urusan administrasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer