Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembelajaran Tatap Muka SMA di Gorontalo Dijadwalkan Juli

A
Penulis: Administrator❯
Aktivitas belajar mengajar siswa sebelum masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Foto: istimewa
Aktivitas belajar mengajar siswa sebelum masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Foto: istimewa
GORONTALOPOST.ID – Pembelajaran tatap muka Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Gorontalo rencananya dijadwalkan pada Juli 2021. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas. Kepala Seksi Kurikulum dan Penyelenggaraan bidang SMA, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Tobias, menjelaskan  pembelajaran tatap muka terbatas ini berbeda dengan pembelajaran tatap muka pada umumnya. Hal itu dilihat dari Kurikulum yang akan pakai nantinya. Ia mengatakan saat ini ada 3 Kurikulum. Yakni, Kurikulum 2013 (K13), Kurikulum darurat atau kondisi khusus, kemudian kurikulum kombinasi. Kurikulum ini merupakan campuran K13 dan darurat. “Ada kombinasi kurikulum darurat yang disederhanakan, dengan mengambil sebagian dari kurikulum 2013, seperti itu yang nantinya kita gunakan, di masa pandemi. Nanti, kalau sudah normal mungkin saja kita sudah menggunakan kurikulum 2013,”ungkap Tobias, kemarin. Menurutnya dalam kegiatan ini jumlah mata pelajaran dibatasi. Yang dulunya 4 sampai 5 tiap harinya, kini siswa hanya akan menerima 2 sampai 3 mata pelajaran saja. Durasi waktu pembelajaran pun juga dibatasi. “Nanti secara terstruktur akan diatur, jadi mungkin saja yang dulunya 2 x 45 menit, sekarang mungkin 2 x 30 atau 35 menit jadi kurangi durasinya kurang lebih 5 menit atau 10 menit,” ucapnya. Selanjutnya, sampai saat ini pihaknya masih terus malakukan pemantauan terhadap 68 sekolah. Pemantauan itu berupa pengecekan penyediaan alat pendeteksi suhu tubuh (termometer), masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan. Mendorong sekolah untuk menerapkan Protokol kesehatan, dan nantinya akan menempatkan 1 petugas kesehatan di setiap sekolah. Kemudian yang tidak kalah penting semua guru harus divaksin lebih dulu. “Sekarang ini kita lagi membenahi sekolah-sekolah Yang ada di 68 sekolah di provinsi Gorontalo, dari sisi infrastruktur protokol kesehatan,” tutupnya. (azis/iswan)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Dari Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Goron

Dari Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Goron

Sebelum dipercaya mengisi jabatan Wakapolda, Laode Aries menjabat Karo Ops Polda Metro Jaya sejak pertengahan 2026

 Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Polisi menyebut perkara ini bermula dari kontrak pekerjaan pembangunan SPPBE antara PT Bumi Panua dan PT Sherpa Nadya Sejahtera pada 19 /09

 Tak Ingin Hak Anak Yatim Piatu Terabaikan, Kejari Bone Bolango Turun Tangan   Lewat JAKSA AYU

Tak Ingin Hak Anak Yatim Piatu Terabaikan, Kejari Bone Bolango Turun Tangan Lewat JAKSA AYU

Pendampingan Jaksa Pengacara Negara diharapkan mampu memberikan perlindungan keperdataan, memperlancar urusan administrasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer