Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Gorontalo Soroti Anggaran 2026, Belanja Pegawai Lebih Besar dari Program Prioritas

A
Penulis: Azis Manansang❯

 


Advertisement

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo membahas Kebijakan Umum Anggaran 2026 bersama OPD mitra Komisi II.(F:Gp-JP)
Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo membahas Kebijakan Umum Anggaran 2026 bersama OPD mitra Komisi II.(F:Gp-JP)

Gorontalopost, GORONTALO — Ketimpangan alokasi anggaran antara belanja pegawai dan program pembangunan di Tahun Anggaran 2026 mendapat sorotan tajam dari Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo.

Dalam rapat kerja yang digelar Jumat (1/8/2025) di ruang sidang DPRD, Komisi II membahas Kebijakan Umum Anggaran.

Dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama sejumlah OPD, termasuk Badan Keuangan, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan
(DKP).

Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II Meyke Camaru, rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa,

Advertisement

Sekretaris Komisi II Erwinsyah Ismail, serta anggota lainnya: Limonu Hippy, Fadli Hasan, Hamzah Idrus, dan Usman Tahir.

Dalam pemaparan, Dinas Pertanian mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp 54 miliar, sebanyak Rp 49 miliar terserap untuk belanja rutin seperti gaji, TPP, dan honorarium.

Sementara hanya Rp 5 miliar yang dialokasikan untuk program-program seperti bantuan bibit jagung, kakao, rambutan, hingga penggemukan sapi di Wonggahu.

Kondisi ini memicu keprihatinan anggota dewan. Wakil Ketua Komisi II Meyke Camaru menilai bahwa alokasi tersebut tidak sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.

"Program unggulan jangan sampai hanya jadi slogan. Butuh dukungan anggaran yang sepadan agar bisa benar-benar berdampak ke masyarakat," ujar Meyke.

Hal senada diungkapkan Limonu Hippy. Ia meminta agar OPD mencari alternatif pos anggaran lain.

Untuk mendukung sektor prioritas, mengingat kenaikan anggaran hanya sekitar Rp 2 miliar dibanding tahun sebelumnya.

“Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya rutinitas administratif,” tegasnya. (Mg-02).

Advertisement

Artikel Terkait

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Pengungkapan 75 Kg Sabu hingga Pengamanan Demonstrasi Jakarta, Laode Aries Kini Wakapolda Gorontalo

Sebelum dipercaya mengisi jabatan Wakapolda, Laode Aries menjabat Karo Ops Polda Metro Jaya sejak pertengahan 2026

 Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Dana Proyek Rp 6,7 M Diduga Menyimpang, SPPBE di Boalemo Terbengkalai, Dirut Kontraktor Ditahan

Polisi menyebut perkara ini bermula dari kontrak pekerjaan pembangunan SPPBE antara PT Bumi Panua dan PT Sherpa Nadya Sejahtera pada 19 /09

 Tak Ingin Hak Anak Yatim Piatu Terabaikan, Kejari Bone Bolango Turun Tangan   Lewat JAKSA AYU

Tak Ingin Hak Anak Yatim Piatu Terabaikan, Kejari Bone Bolango Turun Tangan Lewat JAKSA AYU

Pendampingan Jaksa Pengacara Negara diharapkan mampu memberikan perlindungan keperdataan, memperlancar urusan administrasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer