Gorontalopost.Id, GORONTALO– Jika dilihat dari data pemilih tahun 2019, angka partisipasi pemilu secara Nasional yang ditargetkan di angka 81,97 persen.
Dan Provinsi Gorontalo berhasil melewati angka tersebut dengan partisipasi 86,98 persen.
Baca Juga: Asik Main Judi Kartu Domino, Empat Warga Limba Gorontalo Diciduk Team Rajawali
"Jika dilihat dari angka – angka partisipasi tersebut, masyarakat Gorontalo sudah pintar menggunakan hak pilihnya," ungkap Penjabat Sekdaprov Gorontalo Budiyanto Sidiki.
Saat membuka sosialisasi pendidikan politik bagi organisasi masyarakat (Ormas) dan pemilih pemula.
Yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, kemarin (09/11/2023).
Baca Juga: Gunakan Dana Fiskal Rp 5,8 Miliar Pemprov Gorontalo Intervensi 5.132 Balita Melalui PMT
“Jadi kita itu tidak boleh apatis, jangan ada yang golput, jangan ada yang cuek. Semuanya harus ikut berpartisipasi.
Ini sejarah, karena belum pernah kita melaksanakan pemilu secara serentak semuanya, walaupun dalam fase yang sangat serius,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Kepala BPSDM Provinsi Gorontalo ini berharap khusus untuk pemilih pemula dapat menjaga penggunaan media sosial di tahun tahun politik.
"Segala bentuk informasi yang diterima harus disaring, jangan gampang terpengaruh, agar tidak terpecah-belah.
Baca Juga: SM Mengamuk Aniaya Guru Terancam Ditahan, PGRI Pohuwato Desak Polisi Uusut Tuntas
Berikutnya Budiyanto sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi kegiatan ini bekerja sama dengan siswa-siswa juga organisasi mahasiswa.
"Saya berharap pola kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut, untuk memberikan kesempatan dan pemahaman kepada generasi milenial,” tandasnya.
Pelaksanan sosialisasi pendidikan politik kali ini dikhususkan untuk Pemuda Muhammadiyah, ANSOR, PMII & HMI serta Ormas Islam lainnya.
Menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, perwakilan Bawaslu dan KPU Provinsi Gorontalo.(Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang