Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pemprov Gorontalo Dorong Ekspansi Perluasan Lahan Sawit Tersedia 158.000 Ha

Azis Manansang • Selasa, 21 November 2023 | 10:52 WIB

 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady D Mario. pada diskusi kelompok terpumpun dan rapat  kerja Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulewesi(Hms-Kmfo)
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady D Mario. pada diskusi kelompok terpumpun dan rapat kerja Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulewesi(Hms-Kmfo)


Gorontalopost.Id,     GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong ekspansi lahan untuk perluasan kelapa sawit terus dilakukan oleh para pengusaha sawit.

"Pasalnya Provinsi Gorontalo memiliki potensi lahan pengembangan sawit mencapai 158.000 ha. Saat ini yang baru tertanam sekitar 15.000 Ha, dan yang berproduksi baru sekitar 13.000 ha," ujar Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady D Mario.

Pada diskusi kelompok terpumpun dan rapat kerja Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulewesi, kemarin.

Baca Juga: Di Titik 18 Tambang Suwawa Polisi Ringkus Dua Tersangka Pencurian di RS Toto Kabila

Rapat kerja GAPKI ini mengambil tema mamahami tataniaga CPO dan TBS, dan metode perhitungan harga TBS petani mitra.

Muljady D Mario mengapresiasi GAPKI yang sudah mengangkat tema tersebut mengingat Gorontalo baru tahun 2022.

Mulai melaksanakan, menyusun, dan mempraktekkan penetapan perhitungan harga TBS sehingga masih perlu sharing ilmu dan informasi untuk melengkapi kekurangan dalam penentuan harga TBS.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Konsolidasikan Pengawasan Pelayanan Kunjungan Wisatawan di Gorontalo

Muljadi D Mario juga menyampaikan terkait dengan penentuan perhitungan harga TBS ini sangat bekaitan erat dengan petani mitra.

Jika perhitungan TBS tidak dilakukan secara baik akan menghilangkan hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh petani mitra di lapangan.

“Pemerintah dalam hal berdiri di tengah-tengah antara pengusaha dan petani, idealnya pemerintah berharap petani kelapa sawit tidak dirugikan.

Baca Juga: Mahasiswa MSIB Edukasi Warga Buat Donat Bahan Dasar Kulit Pisang

Petani untung perusahaan juga tidak dirugikan. Kalau hal tersebut dapat tercapai, maka semua akan menjadi lebih baik ke depannya,” kata Muljady D Mario.

Melalui pertemuan GAPKI ini pemerintah berharap para pengusaha sawit dapat membangun kemitraan yang adil.

Saling menguntungkan bersama-sama dengan petani membangun pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan. (Mg-02/Kmfo)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #lahan sawit #PEMPROV GORONTALO #sawit