Gorontalopost.id, GORONTALO - Harga rica alias cabe rawit dalam sepekan ini terus melonjak di wilayah Gorontalo.
Bahkan terinformasi di Gorontalo Utara harganya tembus hingga Rp 140 perkilogram, hingga dicatat sebagai harga rica termahal di Indonesia.
Baca Juga: Diduga Kuasai Aset Desa, Kades Polohungo Didemo Mahasiswa
Namun demikian di ibukota Provinsi Gorontalo dan daerah lain disekitarnya harga rica masih disekitaran Rp 95 ribu hingga 120 ribu walaupun masih terbilang mahal.
Padahal pada pekan lalu berada di angka Rp.90.000-Rp.95.000.
Terjadinya Lonjakan harga cabe rawit di Gorontalo saat ini, bukan karena kekurangan stok.
Baca Juga: Sempadan Danau Limboto Miliki Fungsi Kawasan Lindung
Tapi menjadi masalah klasik, menjelang akhir tahun, pedagang lebih memilih memasarkan cabe rawit ke daerah tetangga karena tingginya permintaan yang diimbangi dengan harga tinggi.
“Cabe Rawit kita ini sebenarnya di Gorontalo kalau hanya untuk kebutuhan sendiri (lokal Gorontalo) itu cukup.
Baca Juga: Kenaikan Harga Cabai Rawit Gorontalo Utara Dikhawatirkan Picu Inflasi
Cuman cabe kita ini memenuhi juga Sulawesi Utara, yang paling justru, dan Sulawesi Utara itu mereka itu cariknya Cabe Gorontalo.
Karena lebih pedas lebih tahan simpan sehingga lebih menguntungkan dia dagang itu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario saat dikonfirmasi Senin (11/12/2023).
Pekan sebelumnya rilis BPS Provinsi Gorontalo merilis, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar dalam menyumbang inflasi MoM sebanyak 0,85 persen.
Baca Juga: Bahas Angkutan Jelang Nataru 2024, Penjagub Tekankan Kelayakan Transportasi Hingga Perbaikan Jalan
Adapun komoditas penyumbang utama pada inflasi MoM yakni tomat yang capai angka 0,30 persen, selanjutnya cabai rawit 0,25 persen dan beras ada pada angka 0,21 persen.
"Tomat memang jadi isu utama dalam penyumbang inflasi. Biasanya tomat dengan cabai rawit tidak selalu sejalan.Tapi kali ini cabai rawit juga menjadi kontributor utama inflasi," ungkap Kepala BPS Mukhamad Mukhanif.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang