Gorontalopost.id, GORONTALO - Kinerja angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Gorontalo turun
2,37 persen (yoy).
Hal itu terungkap dalam realese yang disampaikan Kanwil Keuangan Provinsi Gorontalo dalam konferensi pers yang berlangsung, Senin (29/01/2024).
Baca Juga: Masuk Finalis Ajang Putri Indonesia, Hindun Hulopi Siap Promosikan Potensi Gorontalo
Dalam uraiannya Kanwil Kementrian Keuangan mengungkapkan pendapatan belanja mengalamai penurunan diakibatkan oleh penurunan PNBP yang cukup signifikan khususnya pada pendapatan BLU.
Penurunan yang cukup signifikan dari pendapatan BLU di tahun 2023 disebabkan karena di tahun 2022 salah satu BLU di Gorontalo.
Yaitu Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan menjadi penampung dana LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) sedangkan di tahun 2023 hal tersebut tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Projo Kota Gorontalo Konsolidasi Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Selanjutnya yang menarik, belanja justru naik 7,84 %(yoy) yang diakibatkan oleh kenaikan pada komponen belanja K/L.
Belanja K/L naik 15,88%. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain:
(1) Beberapa K/L yang mengalami perubahan pagu akibat revisi di DJA mengakibatkan Satker harus melakukan perubahan rencana kegiatan akibat perubahan pagu tersebut;
(2) K/L dengan realisasi terendah didominasi oleh jenis satker dengan kewenangan DK/TP.
Baca Juga: Optimis Ganjar-Mahfud Menang di Gorontalo Relawan Progresif Bergerilya di Pasar Shoping Limboto
Dimana Penerbitan SK KPA pada Satker DK/TP yang terlambat menjadi permasalahan klasik yang kembali terjadi di tahun ini;
(3) Blokir anggaran yang tidak dibuka hingga akhir tahun;
(4) Terjadinya pagu minus belanja pegawai
"Belanja TKDD naik 2,28% (yoy). Hal ini disebabkan oleh kenaikan realisasi pada komponen DAU dan DAK Non Fisik,"urai Kanwil Keuangan dalam realesenya.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang