Gorontalopost, GORONTALO – Unik pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Gorontalo.
Pasalnya pada pelaksanaan upacara yang berlangsung di lapangan Museum Purbakala, Kamis (2/5/2024).
Baik Petugas upacara, peserta, dan tamu undangan seluruhnya mengenakan pakaian adat Gorontalo dan busana karawo.
Baca Juga: KPU Tetapkan 30 Caleg Terpilih DPRD Kota Gorontalo Bersama Perolehan Kursi Parpol
Dari pantauan, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan pakaian adat takowa daa.
Takowa daa juga digunakan oleh petugas upacara laki-laki, sedangkan untuk perempuan mengenakan pakaian adat madipungu.
“Penggunaan pakaian adat ini bermakna agar spirit pendidikan tetap mencintai serta melestarikan budaya dan adat istiadat Gorontalo,” ungkap Sofian saat diwawancarai usai upacara.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sahroni Apresiasi PBNU Copot Rektor UNU Gorontalo
Menurutnya pelestarian budaya termasuk dalam salah satu karakteristik Profil Pelajar Pancasila, di mana salah satu kompetensinya adalah berkebinekaan global.
Kompetensi ini mengandung makna bahwa pelajar Indonesia mampu mempertahankan budaya leluhur, lokalitas, dan identitasnya.
Serta tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai.
Baca Juga: Sebelumnya Oknum Honorer Pemkot, Kini Camat di Pohuwato Diringkus Polisi Gegara Narkoba
“Atas dasar itulah pada peringatan Hardiknas kita sepakati untuk menggunakan pakaian adat Gorontalo dan karawo,” ujar Sofian.
Para siswa peserta upacara dibagi menjadi dua kelompok, ada yang mengenakan pakaian adat dan sebagian lagi menggunakan seragam karawo.
Ada siswa yang secara berpasang-pasangan mengenakan pakaian adat pernikahan yaitu paluwala untuk laki-laki.
Dan biliu bagi perempuan. Ada pula yang menggunakan payunga dan wolimomo.(Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang