Gorontalopost, GORONTALO – Seorang pria di Gorontalo menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok debt collector, meski ia mengaku telah melunasi cicilan kendaraannya.
Insiden ini terjadi di depan Kantor Mandala Multifinance pada Senin (24/3/2025) sore dan terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial.
Baca Juga: Pastikan Ijazah Calon Bupati Gorontalo Utara Asli, Isu Pemalsuan Dipatahkan KPU
Dihimpun dari sejumlah sumber, kronologis kejadiannya berawal saat korban Moh Andi Indalan (46).
Sedang dalam perjalanan pulang bersama iparnya, Iwan Pakaya.
Namun ketika tiba-tiba dicegat oleh empat sepeda motor yang dikendarai beberapa pria.
Mereka mengklaim sebagai debt collector dan memaksa Andi untuk datang ke kantor leasing.
Setibanya di kantor tersebut, Andi diinterogasi terkait dugaan tunggakan pembayaran kendaraan.
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh cicilan motornya telah lunas selama 36 bulan, bahkan ia sudah mengambil BPKB sebagai bukti pelunasan.
Baca Juga: Kejari Gorontalo Utara Tingkatkan Status Dugaan Korupsi Masjid Blok Plan ke Penyidikan
Saat berusaha meninggalkan kantor untuk mengambil dokumen buktinya.
Andi justru dikeroyok oleh enam orang menggunakan kayu, batu, dan helm.
Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polresta Gorontalo. Masyarakat pun mengecam aksi kekerasan ini.
Dan meminta pihak berwenang untuk mengusut tuntas serta menindak tegas para pelaku.
Kejadian ini juga memunculkan pertanyaan mengenai praktik debt collector di lapangan.
Serta perlindungan hukum bagi nasabah yang telah memenuhi kewajibannya.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang