Gorontalopost, GORONTALO – Tiga periode memimpin tak membuat nama Dr. Hamim Pou sekadar tercatat dalam deretan kepala daerah.
Ia menjelma sebagai pemimpin yang membangun dengan akal dan hati, mengukir transformasi Bone Bolango dari kabupaten berkembang menjadi daerah penuh prestasi.
Pada periode 2010–2013, Ia menata fondasi pemerintahan dan infrastruktur.
Baca Juga: Puluhan Warga Talumolo Keracunan Usai Santap Ayam Suwir, 28 Orang Dilarikan ke RS
Mengawali kepemimpinannya pada 2010, Hamim Pou meletakkan dasar-dasar tata kelola pemerintahan yang kuat.
Penataan birokrasi dilakukan menyeluruh, termasuk pembangunan kantor-kantor SKPD dan pembenahan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, serta fasilitas umum.
Beberapa proyek ikonik pun mulai terlihat: revitalisasi Danau Perintis, pembangunan GOR Hamim Pou, serta berdirinya Rumah Sakit Toto.
Pada periode 2014–2018, ekonomi kerakyatan dan lompatan inovatif
Memasuki periode kedua, Hamim membawa arah baru pembangunan, dengan menguatkan ekonomi rakyat dan memperluas pelayanan publik.
Dua program unggulan, GEMBIRA (Gerakan Masyarakat Bertani Organik) dan Ternak Rakyat Mandiri, berhasil memberdayakan petani dan peternak lokal.
Di sektor pelayanan, dibangun Rumah Sakit Bone Pesisir dan Islamic Center yang tidak hanya memperkuat layanan kesehatan, tapi juga menghidupkan sisi spiritual masyarakat.
Pemerintah pusat pun memberikan pengakuan, diantaranya Adipura dan Satyalancana Ketahanan Keluarga dari Presiden RI.
Baca Juga: Pansus DPRD Gorontalo Serius Tangani Polemik Sawit, Petani Sawit Diminta Berani Bersuara
Selanjutnya di masa periode 2019–2023, digitalisasi dan puncak kesejahteraan.
Di periode ketiganya, Hamim Pou memimpin Bone Bolango memasuki era transformasi digital.
Mal Pelayanan Publik hadir sebagai wajah baru pelayanan, dan sistem berbasis teknologi diterapkan dalam berbagai aspek birokrasi.
Pencapaian lain tak kalah gemilang: Bone Bolango menjadi kabupaten dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik di Sulawesi.
Sebanyak 88 desa berhasil naik kelas menjadi desa mandiri dan maju.
Capaian lainnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bone Bolango menjadi yang tertinggi di Provinsi Gorontalo.
Sebagai pengakuan nasional, Hamim Pou menerima Satyalancana Wira Karya atas inovasinya di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
Kesimpulannya, Dr. Hamim Pou tidak sekadar menjalani tiga periode sebagai kepala daerah.
Ia menjadikan jabatan sebagai jalan pengabdian, membangun dari bawah dengan gagasan, hati, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan.
Jejaknya meninggalkan pesan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal kekuasaan, tetapi soal dedikasi untuk rakyat dan warisan kebaikan yang terus hidup.(*).
Editor : Azis Manansang