Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Rektor UNG Geram Tanggapi Demo Mahasiswa Soal Kematian Jeksen

Azis Manansang • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 00:38 WIB

 

Rektor UNG, Eduart Wolok saat menerima massa  aksi  (F:hms)
Rektor UNG, Eduart Wolok saat menerima massa aksi (F:hms)

Gorontalopost, GORONTALO - Aksi demonstrasi mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanas setelah tragedi meninggalnya Muhammad Jeksen, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala.

Demonstrasi yang digelar di depan gedung Rektorat ini berubah menjadi ketegangan terbuka ketika massa menuding pihak kampus kurang peduli terhadap kasus tersebut.

Baca Juga: Pansus DPRD Gorontalo Warning, Tambang Pohuwato Bisa Picu Kerusuhan Baru Jika Kebijakan Tak Berpihak Rakyat

Tak tinggal diam, Rektor UNG, Eduart Wolok, akhirnya angkat suara dengan nada tinggi.

Ia tak bisa menyembunyikan emosinya saat dituduh abai terhadap kematian mahasiswanya.

“Kalian pikir saya diam saja? Saya ikut marah, dan tidak akan membiarkan ini berlalu tanpa tindakan!” tegasnya di hadapan para pengunjuk rasa.

Sebagai bentuk keseriusan, Eduart mengungkapkan bahwa sembilan panitia Diksar Mapala akan dijatuhi sanksi berat berupa skorsing selama satu hingga dua semester.

Ia menyebut ini baru langkah awal, sambil menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

“Ini bukan akhir, ini hanya awal dari tanggung jawab yang harus mereka hadapi,” ungkap Eduart.

Pihak rektorat juga telah membentuk tim investigasi internal untuk mendalami kasus tersebut.

Meski hasil investigasi sempat ditolak oleh pihak keluarga korban, Eduart memastikan bahwa upaya itu merupakan wujud keseriusan kampus dalam mencari keadilan.

“Kami tidak lari dari tanggung jawab. Kami ingin semuanya terang-benderang,”ujarnya.

Baca Juga: Kejanggalan Relokasi SMAN 1 Bulango Ulu, Lahan 10 Ribu Meter Susut Jadi 5 Ribu, Disorot Deprov Gorontalo

Lebih lanjut, Rektor UNG menekankan bahwa kampus tidak akan mengintervensi proses hukum yang tengah berlangsung.

Ia menyatakan siap membuka akses penuh kepada pihak berwenang agar kasus ini bisa diusut tuntas.

“Biarkan penyelidikan berjalan, kami juga ingin tahu apakah ada unsur pidana di balik tragedi ini,” tutupnya dengan nada tegas. (Mg-03).

Editor : Azis Manansang
#Berita Gorontalo #Gorontalo #mapala #UNG #kematian #Eduart Wolok #Rektor UNG #demomahasiswa